Punya Kartu Keluarga Sejahtera, Aneh! Sitorus Tak Pernah Dapat Bantuan dari Pemerintah

0
683

MEDAN, (media24jam.com) – Pandapotan Sitorus warga Jalan Gula Blok V, Dusun III-A Amplas mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah sejak dari awal dan khususnya di pandemi virus corona yang melanda Dunia sekarang ini. Padahal Pandapotan Sitorus salasatu pemegang Kartu Keluarga Sejahtera sejak tahun 2014 dan sampai saat ini tidak pernah mendapatkan bantuan apalagi bantuan kemanusiaan sosial Pendemic Covid-19 ini.

“Saya tidak pernah dapat bantuan apapun padahal kartu keluarga sejahtera ini sudah saya pegang sejak tahun 2014”, kata pria berusia 69 tahun ini kepada Media 24 Jam, Selasa (19/5/2020).

Dirinya hanya bisa pasrah dengan kondisinya yang hanya bergantung dari belas kasihan tetangganya.

Pria yang sudah lama menduda ini tidak tahu lagi mau mengadukan nasibnya kepada siapa. Dia telah beberapa kali mendatangi kantor kepala desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan tapi tidak pernah menerima jawaban yang memuaskan alias tak ditanggapi. Bahkan pihak aparat desa hanya mengatakan bahwa nama dia tidak masuk dalam daftar penerima bantuan kemanusiaan Covid-19.

Bukan hanya dirinya tidak mendapatkan termasuk kategori oenerima bantuan, bahkan saudaranya juga mengaku berinisial M.Sitorus (55) warga Bangun Setia/Simpang Teratai, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan mengalami nasib yang sama.
Pria yang sehari-harinya sebagai pengemudi angkot ini merasakan dampak akibat Covid-19.
Diakuinya bahwa bantuan apapun tak pernah mereka terima dari pemerintah. Padahal selama wabah Covid-19, dia tidak pernah lagi bekerja sebagai pengemudi angkutan kota (angkot) karena tak ada penumpang.

M.Sitorus terpaksa kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan istri dan 4 orang anaknya yang masih kecil.

Bahkan dirinya mengaku setiap ditanya kepada Kepala Dusun (Kadus), jawabannya selalu tak ada. Begitu juga saat dipertanyakan kepada aparat desa tetap jawabannya, tak ada namanya dalam daftar penerima bantuan.

“Tak tau lagilah mau bertanya kemana”, kata M.Sitorus pasrah.
Sementara kantor desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan saat di jambangi kru koran ini hendak dikonfirmasih tidak berhasil karena kantornya desa tersebut sudah tutup. (trs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here