Sadis! 2 Aktivis Dibunuh Tubuh Penuh Luka Bacokan

0
760

LABUHAN BATU,(media24jam) – Dua aktivis asal Labuhanbatu ditemukan tewas mengenaskan di lahan eks perkebunan kelapa sawit PT SAB yang kini dikuasai KSU Amelia. Dipastikan keduanya dibunuh. Sebab sekujur tubuh kedua korban penuh luka tikaman dan bacokan senjata tajam.

Dua aktivis itu adalah Maraden Sianipar (55) warga Jalan Gajah Mada, Rantau Prapat, Labuhanbatu, dan Martua P Siregar alias Sanjai, warga Sei Berombang. Mayat keduanya ditemukan, Rabu (30/10) malam di lokasi terpisah.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (31/10) siang membenarkan kejadian tersebut dan masih menyelidiki motif pembunuhan dua aktivis tersebut.
Informasi dihimpun, temuan mayat kedua korban berawal dari kecurigaan teman korban, Burhan, Selasa (29/10) kemarin. Burhan curiga karena Maraden Sianipar dan Martua P Siregar alias Sanjai hilang kontak usai meminjam keretanya dengan alasan melihat ladangnya yang melewati perkebunan ex PT SAB.
Karena tak kunjung kembali, Rabu (30/10) siang, Burhan melaporkan kecurigaannya itu ke Mapolsek Panai Hilir. Lalu, bersama polisi Burhan mulai melakukan pencarian.
Beberapa jam kemudian, Burhan dan polisi akhirnya menemukan Maraden Sianipar, tapi dalam kondisi tak bernyawa di dalam paret belakang gudang PT SAB. Kondisi mayatnya mengenaskan, penuh dengan luka tikaman dan bacokan senjata tajam.
Tak jauh dari lokasi temuan mayat Maraden, polisi kembali menemukan mayat Martua P Siregar alias Sanjai. Kondisi mayatnya juga sama, penuh luka bacokan senjata tajam.

// Soroti Lahan eks
PT SAB/KSU Amelia

DARI data yang diperoleh bahwa Sanjay Siregar pernah memimpin puluhan masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Labuhanbatu, Kamis 13 Februari 2014 lalu.
Mereka menuntut agar diperbolehkan masuk ke areal lahan garapan yang selama ini dikuasai oleh PT SAB/KSU Amelia sejak tahun 2005 lalu. Mereka meyakini lahan seluas 760 hektar tersebut merupakan tanah hak milik masyarakat desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir.
“Iya, korban Sanjay Siregar memang giat menyoroti dan mengkritisi soal lahan itu,” ungkap Ketua LSM Lembaga Pemantau Independen Asset Negara (LIPAN), Syamsul Sitepu, Kamis (31/10).
Syamsul yang juga rekan korban mengakui jika di areal PT SAB/KSU Amelia tersebut sering terjadi keributan mengarah kekerasan antara warga yang mengklaim areal milik mereka dengan orang tidak dikenal yang menjaga areal tersebut
Sementara, Kapolsek Panai Hilir, AKP Budiarto mengaku pihaknya sedang melakukan otopsi terhadap jasad korban guna penyelidikan lebih lanjut. (dia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here