Viral di Medsos..!! Sindiran Keras Untuk Pelaku Begal dan Maling di Wilayah Belawan

0
1380

Teks Foto : Postingan keresahan warga Belawan terkait marak aksi kejahatan di Belawan

 

BELAWAN, (media24jam.com) – Viral di Media Sosial Facebook (Medsos FB), dengan postingan sindiran keras untuk pelaku begal dan maling di wilayah Belawan dan sekitarnya.

Dengan judul “Nih Baca Buat Para Begal dan Maling, Siapa Tau Kalian Lagi Online atau Berada di warnet”.

“Tolonglah tindakan kejahatan kalian itu dihentikan, Jangan lah kalian makan warga Belawan, Gak Kasihan kalian sama kami. ? Kalau pun kalian mau jahat silahkan diluar Belawan ini,”

“Kita sama sama anak Belawan Bro, masa kalian makan juga. ? Nanti bukan apa, Ya Tau la, Kalau kami sudah jenuh, kami gak peduli aparat keamanan, jangankan terkencing bernafaspun kau susah,”

Sakit lo kalau anak Belawan yang nyiksa, kalah siksaan Macan.

“Jadi tolong harga lah kami, kita semua saudara, kita sama sama kelahiran di Belawan”. Demikianlah ucapan sindiran dari warga Belawan.

Sindiran tersebut sebagai rasa kekesalan warga Belawan terkait maraknya aksi kejahatan dijalanan (Begal) membuat warga Belawan resah dan was was.

Warga Medan Utara, khususnya Medan Belawan meminta Polisi agar lebih bekerja lebih keras, mengusut tuntas kasus-kasus begal. Berpatroli lebih gencar dan sering tidak hanya di jam-jam rawan.

Pagi hari saat orang-orang akan berangkat kerja dan para pekerja shif malam pulang juga waktunya begal beraksi karena kejahatan jalanan tak mengenal waktu. Kepada Pemerintah Kota Medan, permintaannya supaya menerangi semua ruas-ruas jalan yang minim penerangan.

“Jalan Raya dari arah Medan menuju Belawan itu sangat gelap, gak ada lampu jalannya,” kata Ardi (38) korban yang pernah mengalami kejahatan jalanan. Minggu (12/07/2020).

Dirinya trauma berat karena pernah mengalami dibegal di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli. Seperti kasus yang dialaminya, pelaku hanya dihukum 30 bulan penjara padahal apa yang mereka lakukan hampir menghilangkan nyawa.

“Sebenarnya takut, jadi lebih hati-hati. Kalau antar orderan, cek lokasi dulu. Kalau tau daerahnya rawan minta dibatalkan atau saya konfirmasi ke pelanggan, nanya apakah lokasinya aman? Saya liat jamnya juga,” ujar pekerja gojek tersebut

Dia bekerja usai mengantar anaknya sekolah, sekira jam10.00 WIB. Tengah hari, ia menjemput sang anak pulang sekolah lalu kembali ke rumah sampai jam 14.30 WIB. Sekitar empat jam dia kembali bekerja, sekitar jam 20.00 WIB biasanya sudah di rumah.

“Gak pernah sampai malam-malam kali, kita jaga-jaga dan lebih hati-hati ajalah,” ujarnya.

Terpisah. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP I Kadek Heri Cahyadi SH SIK MH ketika dikonfirmasi terkait maraknya begal diwilkumnya mengatakan. Pihaknya mengakui belum maksimal dan sudah berupaya untuk mengatasi kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Belawan.

“Memang kami belum maksimal bang, tp kami sudah berupaya. Dan semua itu perlu ada dukungan semua pihak. Masyarakat harus peduli juga dengan lingkungan sekitar, misalnya anak anak mereka yang tidak pulang sampai larut malam, tentunya bisa menjadi embrio untuk melakukan kejahatan atau akan menjadi korban kejahatan,” ujar Kadek.

Lebih lanjut dikatakan Kadek. Begitu juga dengan lingkungan di wilayah Belawan, seandainya semua jalan diberikan penerangan yang memadai pasti akan mengurungkan niat pelaku.

“Serta alangkah lebih bagusnya di jalan jalan protokol harus ada CCTV seperti di kota medan. Mungkin ini yang bisa saya sampaikan ke Abang, dan tentunya sudah ada juga upaya upaya pengungkapan kasus begal yang kami lakukan,” tandas mantan Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu itu. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here