KEPRI, (media24jam.com) – Warga komplek Marina Park kota Batam kaget dengan adanya rencana pembangunan 7 rumah yang akan dijadikan sebuah gedung mewah tanpa ada pemberitahuan kepada warga masyarakat sekitar. Bahkan ketua RT stempat juga tidak mengetahui adanya rencana pembangunan yang mengganggu kenyaman warga RT 02 komplek Marina Park.
“Tidak ada pemberitahuan dari pemilik bangunan. Setahu saya itu dulunya rumah orang Singapura yang ditinggalkan kosong. Saya saja-pun sempat kaget tiba-tiba segerombolan orang datang merobohkan 7 rumah itu. Mereka pikir komplek ini hutan apa. Tanpa ada melapor pihak RT mereka langsung main roboh sehingga menggangu kenyamanan warga sekitar,” ujar Ketua RT 02/RW 06, M Siregar, saat di konfirmasi media24jam.com baru-baru ini.
Menurut, M Siregar, biasanya sebelum melakukan pembangunan lazimnya Si pemilik melapor terlebih dulu ke pihak RT/RW atau warga setempat. Hal ini agar warga mengetahui pembangunan apa yang akan dibangun Si pemillik. Apakah bangun hotel atau lainnya, namun hingga kini warga tidak mengetahui bangunan apa yang sedang dibangun mereka.
Setidaknya, kata M Siregar, mereka memberi surat pemberitahuan kepada tetangga sekitar yang di ditembuskan kepada pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dilampiri surat jaminan kesanggupan penanggulangan dampak. (khusus untuk bangunan posisi berhimpit dengan batas persil). Surat pemberitahuan ini sangat penting untuk persyaratan penerbitan Izin Medirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan BPM-PTSP, dan ini ada diatur dalam Undang Undang Nomor 34 Tahun 2001 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
“Saya sudah pernah mempertanyakan persoalan ini ke pelaksana pembangunan. Tapi ternyata mereka memilliki 7 IMB yang di keluarkan BPM-PTSP. Ini yang saya herankan, mengapa bisa keluar IMB tanpa ada pemberitahuan ke pihak RT,” ujar Siregar heran.
Sementara itu, media24jam.com telah melakukan konfirmasi kepada oknum Kabid IMB BPM-PTSP pemko Batam, M.Teddy Nuh, terkait pengeluaran IMB tapa ada pemberitahuan atau sosialisasi ke pihak RT dan warga setempat. Namun Oknum Kabid IMB, M.Teddy Nuh, tidak mengangkat telpon maupun menjawab SMS dan WA saat dikonfirmasi media ini. (handreass)




