MEDAN (media24jam.com) – Hujan yang turun di kawasan jalan raya membuat sejumlah pengendara sepeda motor memilih berhenti dan berteduh sebelum melanjutkan perjalanan. Meski kondisi hujan tidak terlalu deras dan tidak menyebabkan banjir, pengendara tetap mempertimbangkan keselamatan selama berada di jalan. Hal tersebut disampaikan Laras, seorang pengendara sepeda motor yang sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja menuju rumah, saat ditemui ketika berteduh di Jalan Raya Menteng, Jumat (11/9/2026)
Laras mengatakan, berkendara saat hujan cukup menyulitkan. Selain kondisi jalan yang menjadi licin, air hujan juga dapat mengganggu pandangan pengendara, terutama ketika menggunakan helm.
“Sulit kali lah ya, karena kalau hujan-hujan gini kan bawa motor jalannya jadi licin, terus juga buat kaki jadi dingin, terus kayak gemetar gitu. Apalagi kalau pakai helm, airnya nutupin kacanya jadi nggak fokus ke jalan. Kalau buka helm juga langsung ke kepala airnya,” ujar Laras.
Laras mengaku saat itu dirinya sedang dalam perjalanan pulang setelah bekerja. Namun, hujan yang turun membuatnya memilih untuk berhenti dan berteduh sementara.
“Iya, karena kan kalau langsung tancap ke rumah nanti jadi basah kuyup atau apa gitu kejadian takut ya. Jadi pilih yang pasti aja biar selamat sampai tujuan,” katanya.
Selama menjadi pengendara sepeda motor, Laras mengatakan dirinya belum pernah mengalami kendala serius ketika berkendara dalam kondisi hujan.
“Selama saya jadi pengendara syukurnya belum ada ya,” ujarnya.
Meski memilih berteduh, Laras juga mengaku merasa khawatir apabila harus berhenti di lokasi yang sepi. Ia mengatakan kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa takut terhadap kemungkinan terjadinya tindak kejahatan.
“Takut juga sih, kak. Kalau tempatnya sepi kan takut ada begal gitu,” ungkapnya.
Terkait kondisi jalan yang dilaluinya, Laras menyebut kawasan tersebut jarang mengalami banjir. Menurutnya, banjir biasanya terjadi ketika musim hujan dengan intensitas yang lebih tinggi.
“Jarang sih, kak. Paling yang musim hujan tahun lalu yang bulan 12 itu barulah banjir,” katanya.
Sementara itu, hujan yang turun juga tidak selalu menyebabkan kemacetan. Namun, menurut Laras, kondisi hujan membuat sejumlah pengendara cenderung ingin segera sampai ke tempat tujuan.
“Macetnya sih enggak, cuma orang jadi mau buru-buru kan semua, pada mau cepat-cepat,” ujarnya.
Bagi Laras, memilih berteduh menjadi salah satu cara untuk menghindari risiko saat berkendara dalam kondisi hujan. Ia lebih memilih menunggu hujan mereda sebelum kembali melanjutkan perjalanan agar dapat sampai ke rumah dengan selamat. (Magang)




