
MEDAN (Media24jam.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, mengatakan Pemerintah menargetkan pada tahun 2022, untuk konsep pengembangan destinasi wisata akan selaras dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.
Seperti, wacana pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Tangkahan-Bahorok Kabupaten Langkat kini sudah mulai mengerucut.
Dalam rapat antara Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat, telah memutuskan desa-desa mana saja yang menjadi objek destinasi wisata. Selanjutnya, akan membuat grand design dan master plan.
“Tak bisa lagi konsep ini berjalan sendiri dan masing-masing, dinas dinas ini harus sinergi, rapat-rapat ini harus betul serius. Karena ini kerja yang nyata dan bermanfaat bagi semua masyarakat,” kata Musa saat diwawancarai di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Rabu (10/11).
Disebutkan, dalam wacana pengembangan destinasi wisata ini, Pemprovsu menyadari wilayah tersebut sepenuhnya milik Pemkab Langkat. Sehingga, dalam pelaksanaanya semua pihak dilibatkan.
“Makanya dari awal saya minta Pak Bupati ikut, supaya tidak mubazir anggaran, rencana kerja ini bisa selaras, tanggung jawab pemkab dimana, tanggung jawab provinsi dimana, yang mana bisa kita bantu, mana yang bisa dikerjakan oleh kabupaten sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Musa atau yang akrab disapa Ijeck ini menyebutkan, selain melibatkan Pemkab Langkat, pihaknya juga melibatkan masyarakat dan penggiat pariwisata dalam wacana pengembangan ini.
Supaya embrionya ini tidak hanya Pemerintah saja yang semangat, tetapi bisa meluas sampai ke masyarakat ,sehingga semua dapat mengetahui merencanakan juga dan mendukung berbagai program-program Pemerintah. Karena manfaatnya nanti dirasakan oleh masyarakat.
Selain itu, lanjutnya, Pemprovsu juga mendorong desa-desa yang ada di Sumut untuk menjadi desa wisata. Karena dalam penilaian nominasi desa wisata tahun 2021 ada dua desa asal Sumut yang masuk kategori.
Secara nasional penilaian desa terbaik ada dua di Sumut, yaitu Humbahas dengan Samosir. Dalam hal ini Pemprovsu terus ju mendorongnya, mudah-mudahan pada nominasi tahun depan Provinsi Sumatera Utara bisa ikut lagi.
Wagubsu mengharapkan semua pihak mengambil peran demikian juga dengan Pemerintah Pusat maupun Kementerian terkait dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) nya. Demikian juga sangat diperlukannya perbaikan infrastruktur menuju tempat-tempat pariwisata tersebut tidak perlu harus dibuatkan jalan tol tetapi perbaikan infrastruktur yang realistis saja.
“Sekarangkan kita sudah jenuh di kota-kota sekarang orang mau tempatnya wisata alam tetapi tempat yang betul betul dipersiapkan belum dan masih sporadis termasuk persiapan Sumber Daya Manusianya saya juga sudah berbicara dengan Direktur poltek yang berada dibawah kementerian pariwisata yang ada di jalan pancing mereka telah menyiapkan program untuk pendampingan masyarakat.” jelas Ijeck.(fas)



