Syahbandar Telaga Punggur Berhasil Cegah Barang Ekspedisi Naik ke Kapal Ferry Khusus Penumpang

0
661

KEPRI, (media24jam.com) – Syahbandar Pelabuhan Telaga Punggur kota Batam memergoki barang-barang ekspedisi yang akan di muat ke kapal Ferry penumpang tujuan Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. Barang tersebut di kemas dalam buntalan goni, berat totalnya di perkirakan mencapai lebih dari satu ton.

KSOP Syahbandar Pelabuhan Telaga Punggur, Tamsil, saat di konfirmasi tim media24jam.com menegaskan, sesuai aturan barang-barang seperti ini memang tidak di benarkan berada di kapal penumpang. Keberadaan barang tersebut bisa mengganggu stabilitas laju kapal yang bisa berakibat pada ketidaknyamanan dan keselamatan masyarakat pengguna kapal Ferry.

“Ini jelas tidak di perbolehkan. Kami akan terus mengawasi agar barang-barang seperti ini tidak naik ke atas kapal. Kami telah turunkan tim pengawas dan sudah perintahkan operator kapal agar melakukan pencegahan terhadap barang milik perusahaan ekspedisi naik ke kapal,” ujar Tamsil.

Tindakan tegas yang di lakukan, Tamsil, selaku pejabat Syahbandar Pelabuhan kapal Ferry Telaga Punggur di nilai telah melaksanakan tugasnya dengan benar. Hal itu di sampaikan Andre seorang aktivis Sehati Peduli Rakyat kepada media ini pada, Sabtu (23/4/2022).

Ungkapnya, di pelabuhan itu sudah jelas ada pemberitahuan melalui Videotrone tentang larangan kapal penumpang untuk mengangkut barang. Pemberitahuan itu telah di sampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan khusus Batam, Revolindo.

“Jadi sudah jelas, tindakan tegas yang di laksanakan pak Tamsil itu sudah sesuai dengan perintah tugas dari pak Revolindo selaku pimpinan tertinggi Otoritas Pelabuhan Khusus Batam,” jelas Andre.

Menurut Andre, Sehati Peduli Rakyat sangat mendukung wacana Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan khusus Batam, Revolindo, yang akan memberantas mafia pelabuhan laut. Geliat aktivitas mafia pelabuhan di duga kuat bukan saja terjadi di pelabuhan Telaga Punggur, tetapi sudah beraksi di seluruh pelabuhan yang ada di Batam.

Sementara itu, liputan media24jam.com di lapangan, kapal Ferry penumpang di pelabuhan Telaga Punggur sempat di jadikan kapal pengangkut barang-barang milik perusahaan Ekspedisi Ninja Xpress. Sumber media ini mengatakan untuk sekali angkut dalam pengiriman barang bisa mencapai dua ton lebih. Penyalahgunaan fungsi kapal penumpang nyambi mengangkut barang Ekspedisi sudah sering terjadi.

“Lazimnya barang-barang Ekspedisi itu di kirim ke luar daerah menggunakan kapal barang, bukan dengan kapal penumpang. Aturan harus di tegakan agar masyarakat pengguna kapal penumpang merasa nyaman saat berlayar,” ujar Rudin seorang masyarakat kota Batam. (Handreass)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here