Medan I Media 24 jam- Soal maraknya Narkoba, Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), DR Abdul Rasyid menjelaskan, kuat dugaan unsur bisnis narkoba inilah yang terlalu kuat menggoda banyak orang untuk terjun ke pekerjaan haram itu. Sehingga diduga mampu melumpuhkan kekuatan aparat penegak hukum.
Ditambah lagi karena lemahnya pesan- pesan terhadap bahaya penggunaan narkoba tersebut ditengah- tengah masyarakat.
“Kita sangat berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dapat bekerja secara profesional tanpa takut apalagi terpengaruh dengan gaya yang dimainkan mafia narkoba,” katanya kepada koran ini menyoal daruratnya narkoba sekarang ini, Rabu (6/7/2022).
Menurut Abdul Rasyid, Apa yang kita saksikan bersama bahwa hampir setiap hari ada saja orang-orang ketangkap sama pihak kepolisian berkaitan dengan kasus Narkoba.
“Bahkan sering diberitakan media penjara sering menjadi tempat transaksi peredaran Narkoba. Peredaran Narkoba bukan saja terjadi di perkotaan, tetapi juga di pelosok atau di kampung-kampung tidak sedikit menjadi tempat peredaran Narkoba,” ugkapnya.
Memang sudah sampai tahap mencemaskan akan keberadaan generasi masa depan bangsa.
Sebab mereka yang terjangkit kecanduan Narkoba tidak lagi mampu berpikir dengan akal sehat. Berbagai kejahatan terjadi juga tidak lepas diakibatkan pengaruh Narkoba.
Lebih lanjut ujar Abdul Rasyid yang juga dosen Fisip USU ini bilang tempat-tempat rehabilitasi yang ada juga hampir tidak sanggup lagi menampung jumlah orang yang mau pulih dari kecanduan Narkoba.
Gubsu pesimis karena sudah sering berbicara di podium, bahkan sudah hampir 4 tahun memperbincangkan soal Narkoba selama kepemimpinannya, bukannya Narkoba berkurang, malahan semakin berkembang.(Pul)




