RAKSAHUM Demo di DPRD Sumut, Minta Dewan Usut Tuntas Jual Beli Lahan Medan Club

0
423

MEDAN (Media24jam.com) – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara didemo RAKSAHUM, Rakyat Untuk Keadilan dan Supermasi Hukum, Kamis (2/2/23).

Dalam aksinya, Kordinator Lapangan RAKSAHUM, Johan Merdeka menyuarakan soal pembelian Medan Club yang diduga adanya permufakatan jahat.
Dalam orasinya, Johan bertanya prihal sikap DPRD Sumut yang terkesan bungkam pasca Pemprov Sumatera Utara membeli lahan Medan Club yang masih sengketa.
“Sebelumnya pihak DPRD Sumut menolak pembelian lahan Medan Club itu, tapi kenapa saat ini, pasca lahan itu dibeli, DPRD Sumut tidak mengambil sikap bahkan terkesan bungkam. ADA APA ?. Itukan menggunakan uang Rakyat/APBD,” tanya Johan Merdeka bersama rekan seperjuangannya.
PENGURUS MEDAN CLUB bukan PEMILIK ataupun AHLI WARIS !!, lanjut Johan, jadi Usut Tuntas JUAL BELI Lahan MEDAN CLUB yang Menggunakan Uang Rakyat (APBD) sebesar 457 M Yang Diduga Tidak Sesuai Prosedur Administrasi Pertanahan Karena Ada Somasi SEBELUMNYA Dari Ahli Waris Pemilik Tanah Medan Club !!.
“Soal pembelian lahan Medan Club, kami minta KPK RI untuk mengusut tuntas dan memeriksa Gubernur Sumatera Utara dan pengurus Medan Club,” pinta Johan.
Negara BERDAULAT karena ada Rakyat, sambung Johan Merdeka, maka rakyat harus berdaulat atas penggunaan APBD/UANG RAKYAT yang dipakai oleh Pemangku Kebijakan (Kepala Daerah), baik itu Gubernur maupun Walikota/Bupati. Sehingga sebagai Warga Negara Indonesia yang baik tentu saja punya HAK untuk ikut serta dalam melakukan kontrol dan pengawasan terhadap pemakaian APBD oleh Kepala Daerah.
Atas dasar itulah, masih kata Johan, Rakyat untuk Keadilan dan Supremasi Hukum (RAKSAHUM) berupaya untuk mengawal dan mengawasi proses penggunaan anggaran oleh Gubernur Sumatera Utara atas Pembelian Lahan Medan Club sebesar 457 Milar yang menurut hemat kami belumlah begitu penting, yang harusnya Anggaran sebesar 457 Miliar bisa dialokasikan untuk PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT dan PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR di Pedalaman Desa serta daerah Terpencil yang belum mendapatkan akses infrastruktur, baik jalan maupun jembatan.
“Belum lagi pembelian lahan Medan Club yang ternyata masih ada sengketa, dimana pihak Ahli Waris Kedatukan Suka Piring Mengklaim bahwa Lahan Medan Club adalah kepunyaan mereka, sehingga ada Somasi kepada pengurus Medan Club Yang ditembuskan juga Gubernur Sumatera Utara, Kanwil BPN Sumut serta Kakan BPN Kota Medan sebelum terjadinya Pencairan Awal sebesar 300 Miliar. Sehingga dalam hal ini, kami melihat ada dugaan PEMUFAKATAN JAHAT yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara dengan Pengurus Medan Club. Apalagi Pembelian Medan Club ini dilakukannya pada masa akhir jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara,” cetus Johan Merdeka.
Untuk itu, pungkas Johan, kami dari Rakyat untuk Keadilan dan Supremasi Hukum menyatakan Sikap sebagai berikut :
1. Akan Meminta KPK RI untuk membongkar dan mengusut DUGAAN PEMUFAKATAN JAHAT atas PENGGUNAAN UANG RAKYAT (APBD) sebesar 457 Miliar dalam Pembelian Lahan Medan Club.
2. Usut Tuntas JUAL BELI Lahan MEDAN CLUB yang Menggunakan Uang Rakyat (APBD) sebesar 457 M Yang Diduga Tidak Sesuai Prosedur Administrasi Pertanahan Karena Ada Somasi SEBELUMNYA Dari Ahli Waris Pemilik Tanah Medan Club yaitu Ahli Waris Kedatukan Suka Piring.
3. Meminta DPRD Sumatera Utara untuk memastikan apakah Pembelian Lahan Medan Club sudah sesuai prosedural dalam penggunaan anggaran.
Diketahui, Aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD Sumut, para pendemo ditemui oleh Kabag Humas, Sofyan. Dijelaskan Sofyan, saat ini di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara, para Dewan sedang tak berada ditempat. Untuk itu hal – hal yang disampaikan Raksahum nantinya akan disampaikan kepada Ketua DPRD Sumut.
Menanggapi hal itu, Raksahum akan kembali melakukan aksi unjuk rasa apabila pihak DPRD Sumut tak juga mengambil sikap soal pembelian lahan Medan Club tersebut.
“Jika tidak juga ditanggapi dan DPRD Sumut tetap bungkam, kami akan kembali melakukan aksi unjuk rasa atau aksi Kamis prihatin di depan kantor DPRD Sumut pada hari Kamis depan,” ujar Johan Merdeka.
Pantauan kru media ini, aksi unjuk rasa Raksahum yang diikuti sekira 50 orang dari berbagai organisasi seperti Gerakan Pemuda Mathaenis Kota Medan, DPD LSM PENJARA PN SUMUT, DPP SATU BETOR, LKLH Sumut, JPKP Sumut, HPPLKN, KTM Sumut berjalan lancar dan kondusif. (*/Gung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here