Langkat, Media24jam — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Sebagai wujud nyata, OJK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Pemerintah Daerah, Perum Bulog, serta Lembaga Jasa Keuangan menginisiasi program Skema Pengembangan Perkebunan Jagung Rakyat Tangguh (SEJAGAT). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian di Sumut.
“Program SEJAGAT diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan jagung melalui bantuan input produksi dan dukungan teknis dari Pemerintah Kabupaten serta para pemangku kepentingan terkait,” ujar Kepala OJK Provinsi Sumut, Khoirul Muttaqien, Rabu (16/4/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Rakyat Indonesia (BRI), Perum Bulog Cabang Medan, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Maju Bersama, yang berlangsung di Kantor Bupati Langkat. Skema ini mengedepankan kolaborasi antara petani, perbankan, dan Bulog sebagai offtaker.
Melalui SEJAGAT, para petani mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah, serta dorongan untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penandatanganan kesepakatan tersebut turut disaksikan langsung oleh Bupati Langkat, Syah Afandin, beserta jajaran pemerintah daerah.
Pada kesempatan itu, BRI juga menyerahkan secara simbolis fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp150 juta kepada dua anggota Gapoktan Tani Maju Bersama. Dana ini diharapkan dapat memperkuat modal kerja, meningkatkan produktivitas dan kualitas panen, serta mendorong kemandirian ekonomi petani.
Sebagai informasi, Sumatera Utara mencatat pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 5,03 persen pada 2024, dengan sektor pertanian dan perkebunan sebagai kontributor utama. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan produksi tanaman pangan, termasuk jagung.
Muttaqien menyebut OJK Sumut telah melakukan kajian pre-elementary assessment untuk mengidentifikasi sektor unggulan daerah, dan menemukan potensi besar pada tanaman jagung rakyat. Hal ini sejalan dengan data BPS Tahun 2024 yang menyatakan Sumut sebagai produsen jagung terbesar ketiga secara nasional.
Ke depan, OJK berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha tani untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan memberdayakan sektor riil, khususnya pertanian, sebagai tulang punggung ekonomi daerah. (Kontributor: Agung)




