PANCURBATU | Media24jam.com – Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Pancurbatu dan sekitarnya angkat suara terkait dugaan maraknya aktivitas peredaran narkoba dan praktik ilegal lainnya yang dinilai semakin terbuka.
Sorotan ini menguat setelah muncul dugaan dari masyarakat terkait keberadaan barak narkoba di kawasan Bandar Baru, Kabupaten Deliserdang, yang disebut-sebut masih beroperasi. Aktivitas tersebut, menurut warga, diduga melibatkan sejumlah pihak, termasuk pengelola berinisial Ti alias Son dan Pe alias Ran.
Sejumlah warga yang ditemui, Sabtu (11/4/2026), menyampaikan kekhawatiran mereka. Mereka menduga adanya pembiaran terhadap aktivitas tersebut, bahkan menyebut adanya indikasi perlindungan dari oknum tertentu. Namun demikian, dugaan tersebut belum terkonfirmasi secara resmi.
Nama Rudi Salam Tarigan, selaku Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu, turut disebut dalam berbagai asumsi yang berkembang di tengah masyarakat. Warga berharap agar isu ini tidak dibiarkan menjadi spekulasi liar, melainkan ditindaklanjuti melalui proses hukum yang transparan dan profesional.
“Kami tidak ingin hanya mendengar isu tanpa kejelasan. Kalau memang ada pelanggaran, harus ditindak. Kalau tidak benar, juga harus diluruskan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terus terkikis,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga juga mengaitkan kondisi ini dengan sejumlah persoalan lain yang disebut-sebut meningkat dalam beberapa waktu terakhir, seperti dugaan perjudian, perambahan hutan, hingga aktivitas galian C ilegal di beberapa titik wilayah Pancurbatu dan Sibolangit. Meski demikian, seluruh hal tersebut masih memerlukan pembuktian dan penelusuran lebih lanjut oleh aparat berwenang.
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di tingkat wilayah. Sejumlah warga berharap pimpinan kepolisian di tingkat daerah dapat segera merespons secara konkret.
Kapolda Sumatera Utara, Whisnu Hermawan Februanto, didorong untuk mengambil langkah evaluasi menyeluruh, termasuk bila diperlukan melakukan penyelidikan independen guna memastikan tidak adanya pelanggaran oleh oknum aparat.
Harapan serupa juga disampaikan kepada Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, agar melakukan kajian terhadap kondisi keamanan dan kinerja jajaran di wilayah hukum Polsek Pancurbatu.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kapolsek Pancurbatu Kompol Junaidi serta Kapolrestabes Medan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi yang diterima.
Ketiadaan respons tersebut justru memperlebar ruang tanya di tengah masyarakat. Di satu sisi, publik diminta untuk percaya pada penegakan hukum. Namun di sisi lain, transparansi dan respons cepat aparat menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan tersebut.
Warga berharap, aparat penegak hukum tidak hanya hadir saat penindakan, tetapi juga tegas dalam memastikan tidak ada ruang bagi praktik ilegal berkembang di wilayahnya.
“Penegakan hukum harus dirasakan merata. Jangan sampai tajam ke bawah, tapi tumpul ketika menyentuh hal-hal yang lebih besar,” ujar warga lainnya.
Kini, publik menanti langkah konkret aparat. Apakah dugaan ini akan ditelusuri secara serius, atau kembali menjadi cerita yang berulang tanpa penyelesaian.
(Tim/Redaksi)




