Paparkan Creative Finance, Pemko Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026

0
9

MEDAN | Media24jam.com – Pemerintah Kota (Pemko) Medan masuk dalam nominasi penerima penghargaan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pemerintah daerah berprestasi di bidang Entrepreneur Government melalui pembiayaan kreatif (creative finance) tahun 2026.

Nominasi tersebut terungkap saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memaparkan strategi dan inovasi pembiayaan daerah dalam rapat penilaian yang digelar secara virtual dari Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).

Di hadapan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, Rico memaparkan berbagai terobosan yang telah dilakukan Pemko Medan dalam memperkuat keuangan daerah.

Salah satunya melalui digitalisasi pajak daerah. Pemko Medan kini memiliki aplikasi Smart Tax Mobile dan Smart Tax Office yang memungkinkan proses pendaftaran, pelaporan, hingga pembayaran pajak dilakukan secara real time. Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui aplikasi Lapor Bapenda.

“Selain digitalisasi, kami juga melakukan pendekatan langsung melalui layanan seperti pojok PBB, Samsat Keliling, Sipaling, dan layanan drive thru,” ujar Rico.

Dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemko Medan saat ini memiliki tiga BUMD, yakni PUD Pasar, PUD Pembangunan, dan PUD Rumah Potong Hewan yang berperan sebagai penggerak ekonomi daerah, termasuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sektor kesehatan, Pemko Medan juga melakukan terobosan dengan menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada seluruh puskesmas, guna memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran dan meningkatkan kualitas layanan.

“Kebijakan ini memberi ruang bagi puskesmas untuk lebih mandiri dan inovatif dalam memberikan pelayanan,” jelasnya.

Sementara itu, capaian investasi Kota Medan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Dari target Rp7,6 triliun pada 2025, realisasi investasi mencapai Rp14,5 triliun.

Pemko Medan juga terus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah melalui sistem digital serta kerja sama dengan pihak ketiga. Pengelolaan dana CSR pun telah diintegrasikan secara digital agar lebih tepat sasaran.

Di sektor pelayanan publik, berbagai aplikasi terus dikembangkan, mulai dari layanan perizinan, administrasi kependudukan, hingga pengaduan masyarakat yang ke depan akan didukung teknologi kecerdasan buatan (AI).

Paparan tersebut mendapat respons aktif dari tim penilai yang menggali lebih dalam berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemko Medan.

Sebelumnya, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menyampaikan bahwa penilaian ini bertujuan mendorong pemerintah daerah lebih inovatif di tengah tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal.

“Kota Medan menjadi salah satu nominasi untuk wilayah Sumatera. Penilaian dilakukan berdasarkan tujuh indikator utama, termasuk inovasi pajak daerah, pengelolaan BUMD, CSR, aset daerah, BLUD, SPBE, SIPD, hingga laporan keuangan daerah,” ujarnya.(*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here