Bupati Sergai Terima Audiensi BBPOM di Medan, Perkuat Pengawasan Pangan dan Obat hingga ke Desa

0
20

SERGAI | Media24jam.com — Komitmen menjaga kesehatan masyarakat kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Bupati Sergai Darma Wijaya menerima audiensi Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Medan (BBPOM) di ruang kerjanya, Sei Rampah, Jumat (20/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pengawasan obat dan makanan sekaligus pembinaan pelaku UMKM di daerah.

Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik itu menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas lembaga sangat penting agar pengawasan pangan dan obat-obatan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak pada perlindungan masyarakat.

“Kami menyambut baik audiensi ini. Harapannya, kolaborasi yang dibangun dapat tepat sasaran sehingga pengawasan kesehatan makanan dan obat-obatan dapat dipergunakan dengan baik demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Pengawasan sebagai Perlindungan Hak Dasar

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan bagian dari hak dasar masyarakat atas kesehatan. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

Menurutnya, Pemkab Sergai memiliki tanggung jawab memastikan setiap produk pangan dan obat yang beredar di wilayahnya memenuhi standar keamanan dan mutu yang telah ditetapkan negara. Upaya ini tidak hanya menyasar industri besar, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

“Keamanan pangan adalah komitmen negara dalam melindungi warganya. Pengawasan bukan untuk mempersulit pelaku usaha, melainkan untuk memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat aman dan berkualitas,” tegasnya.

Edukasi dan Pembinaan UMKM

Kepala BBPOM di Medan, Mojaza Sirait, menegaskan pihaknya siap menjadi mitra strategis Pemkab Sergai dalam menyelaraskan program pengawasan dan pembinaan di daerah. Selain pengawasan, BBPOM juga menitikberatkan pada edukasi masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak untuk mencegah resistensi antimikroba yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan publik.

“Edukasi kepada masyarakat sangat penting agar penggunaan obat, khususnya antibiotik, tidak sembarangan. Resistensi antimikroba bisa menjadi masalah besar jika tidak dicegah sejak dini,” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut, dibahas pula sejumlah program prioritas nasional seperti Gerakan Pangan Desa, Pasar Pangan Bebas Bahan Berbahaya, serta pengawasan jajanan anak sekolah. Program-program ini dinilai relevan untuk memperkuat ketahanan pangan dan perlindungan konsumen hingga ke tingkat desa.

Kolaborasi Lintas Sektor

Pertemuan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sergai dr. Yohnly Boelian Dachban, M.H.Kes, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sofyan Suri, S.Sos, MM, Ketua Harian Kwartir Cabang Pramuka Sergai H. Usman Efendi Sitorus, serta jajaran BBPOM di Medan.

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan edukatif. Pendampingan kepada UMKM akan difokuskan pada pemenuhan standar keamanan pangan, perizinan, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui kolaborasi ini, Pemkab Sergai menargetkan terciptanya ekosistem pangan dan obat yang aman, berkualitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Pada akhirnya, tujuan besarnya adalah memastikan masyarakat Sergai terlindungi dari risiko pangan dan obat yang tidak memenuhi standar, sekaligus mendorong UMKM naik kelas secara sehat dan berkelanjutan.(hrp).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here