Rico Waas Gaspol Reformasi Layanan: Digitalisasi Dipercepat, Ambulans Terintegrasi, Urus KK–KTP Cukup di Kelurahan

0
21

MEDAN | Media24jam.com — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tancap gas mendorong pembenahan pelayanan publik dengan tiga fokus utama: percepatan digitalisasi, penyediaan sistem ambulans terintegrasi, serta pengembalian layanan pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan KTP ke tingkat kelurahan.

Langkah tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 terkait peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan publik, Jumat (20/2/2026), di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan. Rapat turut dihadiri Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, Kepala Bappeda Ferry Ichsan, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Menurut Rico Waas, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memangkas birokrasi pelayanan yang selama ini dinilai lambat, berbelit, dan berbiaya tinggi.

“Digitalisasi memangkas proses yang memakan waktu dan biaya, masuk ke sistem yang lebih cepat dan efisien. Tapi sistem digital harus mudah dipakai masyarakat, jangan sampai malah mempersulit,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh berhenti pada penggunaan teknologi semata, melainkan harus dibarengi kesiapan pengguna serta integrasi sistem lintas instansi. Perangkat daerah pun diminta memastikan sinkronisasi aplikasi daerah dengan sistem pemerintah pusat guna menghindari tumpang tindih layanan.

Dalam rapat tersebut, Rico Waas juga menyoroti tingginya beban pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan yang mencapai sekitar 1.600 warga per hari. Kondisi ini dinilai menjadi indikator kuat perlunya desentralisasi layanan administrasi kependudukan.

“Kalau Dukcapil bisa menyelesaikan KTP dalam sehari, kenapa kelurahan tidak bisa? Data sudah ada, tinggal verifikasi dan cetak. Jangan semua tersentralisasi,” ujarnya.

Ia meminta integrasi sistem segera disiapkan agar masyarakat dapat mengurus dokumen kependudukan di kantor wilayah terdekat tanpa harus datang ke kantor pusat layanan. Selain menghemat waktu, langkah ini diyakini akan meningkatkan kualitas pelayanan secara signifikan.

Tak hanya itu, Rico Waas juga mendorong pembentukan sistem tanggap darurat terintegrasi yang menghubungkan seluruh rumah sakit di Kota Medan dalam satu jaringan digital. Sistem ini memungkinkan panggilan darurat terdeteksi secara otomatis berdasarkan lokasi, sehingga ambulans dari fasilitas kesehatan terdekat dapat langsung diterjunkan.

“Yang kita butuhkan respons di bawah 10 menit. Semua rumah sakit harus terkoneksi dalam satu sistem yang bisa membaca titik lokasi dan langsung mengirim tim terdekat,” katanya.

Kerja sama tersebut direncanakan akan diformalkan melalui nota kesepahaman dengan rumah sakit pemerintah maupun swasta di Kota Medan, dengan prioritas utama pada keselamatan warga.

Rico Waas pun meminta seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti arahan tersebut melalui langkah konkret dan terukur agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu dekat.

“Tujuan akhirnya satu: pelayanan publik lebih cepat, efisien, dan bersih,” pungkasnya.(*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here