Dituding Susun Skenario Kematian Winda, Naomi Harefa Akhirnya Buka Suara

0
8

MEDAN | MEDIA 24 JAM.COM-Naomi Sari Kristiani Harefa, adik Iman Harefa, akhirnya buka suara terkait tudingan yang beredar di media sosial yang menyebut dirinya diduga berada di balik kematian Winda Lorenza Gowasa, mantan istri Iman Harefa.

Naomi membantah seluruh tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak berada di lokasi saat peristiwa yang menyebabkan Winda meninggal dunia terjadi.

Pernyataan itu disampaikan Naomi saat diwawancarai wartawan, Senin (31/8/2026). Dalam wawancara tersebut, Naomi didampingi Indri Ari Pratami Hasibuan SH, Ridzwan SH MH dan Ezzie Fadhlirridho SM SH MH, tim kuasa hukum dari Lex Prosperitas Law Firm yang merupakan kuasa hukum keluarga Iman Harefa, khususnya Naomi serta kedua orang tua Iman Harefa.

Naomi mengatakan, berdasarkan tiket dan riwayat perjalanan yang dimilikinya, dirinya berada di Jakarta dan baru kembali ke Medan setelah mengetahui adanya peristiwa di rumahnya.

“Pada saat kejadian, saya mengkonfirmasi betul bahwasanya saya tidak berada di lokasi kejadian. Karena bisa saya jelaskan berdasarkan tiket dan semua riwayat perjalanan saya, saya berada di Jakarta sejak 8 Juli 2026. Di sana saya bekerja dan ada beberapa urusan yang saya kerjakan, sampai pada akhirnya saya harus kembali ke Medan pada tanggal 2 Agustus dikarenakan ada peristiwa tersebut di rumah saya,” ujar Naomi.

Saat ditanya mengenai keberadaan ayahnya dan apakah Naomi sudah berada di Jakarta ketika ayahnya berangkat ke kota tersebut, Naomi menjelaskan bahwa pada 31 Juli dirinya sempat menghubungi sang ayah agar datang ke Jakarta.

Menurut Naomi, ia meminta ayahnya datang karena terdapat sejumlah urusan yang harus ditangani secara langsung. Ia kemudian memesan tiket pesawat untuk keberangkatan pada 2 Agustus.

“Pada saat tanggal 31 Juli itu saya telepon Bapak. Saya bilang, ‘Pak, tolonglah ke Jakarta,’ karena ada beberapa urusan yang memang harus Bapak langsung yang menangani,” kata Naomi.

Ia mengatakan semula perjalanan tersebut direncanakan pada Senin. Namun, Naomi menyarankan agar bapaknya datang lebih awal.

“Saya pesan tiket. Kebetulan memang harusnya hari Senin, tapi karena saya bilang, ‘Pak, jangan terlalu terburu-buru, maka datangnya hari Minggu saja biar kita bisa lebih santai. Maka saya pesan tiket tanggal 1 pada saat malam hari untuk keberangkatan tanggal 2 Agustus pukul 08.20 pagi,” ujarnya.

Naomi memastikan ayahnya berangkat menuju Jakarta pada 2 Agustus 2026 menggunakan pesawat Citilink. Pada kesempatan itu, Naomi juga menjelaskan alasan dirinya baru memberikan pernyataan setelah hampir sebulan sejak peristiwa kematian Winda.

Menurutnya, tudingan yang beredar sudah terlalu jauh dan mulai menyerang kehidupan pribadi serta pekerjaannya. Ia membantah tudingan bahwa dirinya ikut menyusun skenario terkait persoalan rumah tangga Iman dan Winda.

“Karena sudah terlalu ya ini tudingan kepada saya, terutama menyerang pribadi saya. Saya dikatakan sebagai penyusun skenario. Padahal pada kenyataannya rumah tangga abang saya, bahkan keluarga-keluarganya itu, kami sebagai saudara-saudara tidak ada mencampuri, bahkan tidak ada mengintervensi apa pun sejak pernikahan mereka,” kata Naomi.

Menurut Naomi, keluarga tidak pernah mencampuri urusan rumah tangga Iman dan Winda selama keduanya masih menjalani kehidupan bersama. Ia mengatakan, setelah Iman dan Winda berpisah, keluarga tetap menerima apabila Iman kembali ke rumah keluarga.

“Karena mereka sudah berpisah, maka mau kembali lagi ke rumah kami ya kami dengan lapang dada menerima dikarenakan ada dua orang anak yang harus kita lihat masa depannya, harus kita urus,” ujarnya.

Terkait berbagai tudingan yang beredar di media sosial, Naomi mengatakan dirinya menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia menegaskan, setiap tuduhan terhadap dirinya maupun keluarganya harus dapat dibuktikan.

“Saya kembalikan semuanya kepada pihak yang berwajib, Bang. Apa pun yang dituduhkan kepada keluarga saya, terutama saya, dan bahkan kepada keluarga-keluarga saya, keluarga Iman Harefa, itu saya serahkan kepada pihak yang berwajib,” katanya.

Naomi juga meminta pihak-pihak yang menyampaikan tudingan terhadap dirinya bertanggung jawab atas pernyataan yang disampaikan.

“Dan apa pun yang dikatakan oleh netizen di mana pun, itu harus bisa dibuktikan. Dan saya minta pertanggungjawabannya atas apa semua yang dituduhkan kepada saya karena itu tidak berdasar,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai langkah hukum terkait tudingan tersebut, Naomi menyebut prosesnya sedang berjalan. “Sedang berjalan, Bang,” katanya saat ditanya mengenai laporan yang disebut telah dibuat.

Naomi mengaku tudingan yang beredar berdampak terhadap kehidupan pribadi maupun pekerjaannya sebagai advokat. Ia mengatakan, sebagai seseorang yang bekerja di bidang jasa hukum, munculnya tudingan tersebut telah membuat sejumlah kesempatan pekerjaan yang seharusnya dijalankan menjadi terganggu.

“Banyak dampaknya, Bang. Saya sebagai penjual jasa, terutama kami di bidang hukum ini, sebagai seorang advokat, saya kehilangan banyak kesempatan untuk mencari rezeki,” katanya.

Naomi juga menyebut dirinya harus kembali ke Medan pada 2 Agustus sehingga pekerjaan yang seharusnya dilakukannya di Jakarta menjadi batal.

“Saya harus pulang bahwasanya pada saat tanggal 2 itu harusnya ada pekerjaan saya yang harus saya kerjakan di sana itu batal gara-gara peristiwa ini,” ujarnya.

Selain kehilangan kesempatan pekerjaan, Naomi mengaku mendapat berbagai hinaan dan tudingan di media sosial.

“Ternyata lebih berdampak besar saya dihina, difitnah, dikata-katain, dan itu semua tidak berdasar. Saya pastikan itu tidak berdasar dan itu semua harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Naomi kemudian mengimbau masyarakat agar berhati-hati menyampaikan komentar maupun informasi terkait kasus kematian Winda Lorenza Gowasa. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi sepihak yang beredar di media sosial.

“Harapan saya cuma satu, Bang. Kita di Indonesia ini adalah negara hukum dan semuanya itu diatur dalam undang-undang,” katanya.

Ia meminta masyarakat memastikan adanya bukti dan dasar sebelum menyampaikan tudingan kepada seseorang.

“Saya imbau kepada semua masyarakat yang sudah mungkin hanya tahu sepihak, tidak tahu kenyataan sebenarnya, itu hati-hatilah dalam berkomentar, hati-hatilah dalam memposting sesuatu karena semuanya itu harus ada bukti, harus ada dasar kita untuk melakukan apa pun,” ujarnya.

“Karena segala sesuatunya itu ada konsekuensinya,” sambung Naomi.

Naomi merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Yusman Harefa dan Rita Lusiana.

Kasus ini bermula dari kematian Winda Lorenza Gowasa pada 2 Agustus 2026. Winda merupakan istri Iman Harefa. Peristiwa tersebut kemudian menimbulkan polemik setelah muncul perbedaan pandangan mengenai penyebab dan rangkaian kejadian yang menyebabkan Winda meninggal dunia.

Di tengah proses pengungkapan kasus tersebut, muncul berbagai narasi di media sosial yang kemudian menyeret nama Naomi Sari.

Sejumlah unggahan warganet mempertanyakan keberadaan dan peran Naomi dalam rangkaian peristiwa tersebut. Narasi itu kemudian menyebar melalui sejumlah akun media sosial dan memunculkan berbagai tudingan terhadap dirinya.

Namun, berbagai tudingan yang beredar di media sosial tersebut merupakan narasi dan klaim warganet yang belum dapat diposisikan sebagai fakta hukum.

Naomi memberikan bantahan tersebut dan meminta agar seluruh tudingan terhadap dirinya maupun keluarganya dibuktikan melalui proses hukum. Ia juga menyatakan menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak berwenang serta menyebut langkah hukum terkait tudingan yang beredar sedang berjalan.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here