Tapanuli Tengah (media24jam.com) – Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu resmi launching penyaluran beras Juli- September 2026, di halaman Kantor Camat Pandan, Senin (31/8/26).
Bantuan Pangan merupakan program Pemerintah Pusat melalui program Presiden yang bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat penerima bantuan.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menegaskan pentingnya akurasi data penerima agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Bupati meminta para lurah dan kepala desa segera memperbaiki apabila ditemukan kesalahan dalam pendataan di tingkat bawah.
Menurutnya, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) harus terus diperbarui agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Data harus terus kita perbaiki. Kalau ada kesalahan pendataan di tingkat bawah, segera direvisi sehingga bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Bupati Tapanuli Tengah juga menginstruksikan camat, lurah, kepala desa, kepala lingkungan (kepling), serta Dinas Sosial untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala, minimal setiap tiga hingga empat bulan.
Sambung Masinton, pemutakhiran juga dinilai penting dilakukan setelah terjadi bencana atau perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Bupati menekankan penetapan penerima bantuan harus dilakukan secara adil dan tidak boleh berdasarkan hubungan keluarga, kedekatan dengan perangkat pemerintahan, suku, agama, maupun dukungan politik.
“Tidak boleh ada pilih kasih. Jangan karena keluarga, perangkat, suku, agama atau karena pilihan politik. Yang harus menjadi prioritas adalah masyarakat yang memang menjadi korban dan terdampak, terutama mereka yang paling membutuhkan,” tegas Masinton.
Berdasarkan data DTSN, rincian penyaluran bantuan pangan, penerima mendapatkan 10 kilogram untuk setiap alokasi dengan total bantuan selama tiga bulan. Total bantuan beras yang disalurkan mencapai 1.394.700 kilogram.
Penyaluran perdana dilaksanakan di seluruh wilayah Kecamatan Pandan selama lima hari kerja, dan selanjutnya dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan di Tapanuli Tengah.
Bupati juga meminta masyarakat yang belum terdaftar untuk melapor ke pemerintah desa/kelurahan agar dapat diverifikasi pada periode berikutnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga, Muhamad Bagus Aminullah, menyampaikan Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras kurang lebih 4.500 ton untuk mendukung berbagai penugasan pemerintah, termasuk penyaluran Bantuan Pangan di Tapanuli Tengah.
Dikatakan Bagus, Bulog berkomitmen menjaga kualitas dan kuantitas bantuan. Apabila masyarakat menerima beras dalam kondisi rusak atau jumlah tidak sesuai, masyarakat diminta melapor melalui pemerintah desa atau kelurahan untuk ditindaklanjuti dan diganti oleh pihak Bulog.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Mari kita pastikan bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar berhak. Bantuan pangan ini jangan diperjualbelikan,” pungkasnya.(Bs24)




