Bekerja Sebagai Pengupas Kerang Rebus, Para Emak-Emak Bersyukur Dapat Meringankan Beban Keluarga

0
609

SERGAI (Media24jam.com) – Walaupun bergaji kecil, Emak-emak yang bekerja sebagai pengupas kerang rebus ini merasa bersyukur, karena mereka dapat membantu meringankan beban hidup.

Bu Ain (50) warga Kelapa Sawit jalan Perintis Kemerdekaan Dusun II Desa Pekan Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai kepada media mengatakan, kita sangat bersyukur dapat bekerja sebagai pengupas kerang rebus di Jambur MT jalan Kesatria Dusun IX Desa Pekan ini. Lumayan, upah bekerja dapat membantu meringankan beban keluarga.

“Memang sih, gaji yang diterima sebagai pengupas kerang rebus pada saat cuaca tak menentu ini tidak banyak, tapi sedikit meringankan beban hidup lah, yang dimana setiap harinya kita dapat mengupas kerang sebanyak 5 kilo dengan upah Rp.3000 ribu rupiah perkilonya, itupun bekerja selama dua jam, dari pada tiduran dirumah,” katanya.

Sedikitnya pendapatan, lantaran kerang rebus yang mau dikupas sedikit, coba kalau banyak, kan pendapatan kita banyak juga, seperti tahun sebelumnya, kita bekerja mengupas kerang rebus sampai malam, bisa dapat gaji Seratusan ribu lebih.

“Dibulan puasa ini kita bersyukur masih bisa bekerja dapat meringankan beban suami dan keluarga, yang dimana suami bekerja sebagai nelayan, terkadang ada dapat rezeki terkadang tidak,” pungkasnya.

Ditempat terpisah tepatnya didusun 1 Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin, Rabu (06/4) tampak juga puluhan emak – emak saat mengupas kerang rebus sambil bercengkrama, merekapun merasa bersyukur bekerja dapat meringankan beban suami dan keluarga, walaupun hasil kerja sebesar dua puluh ribuan.

“Sementara Nek Rohani (57) yang suaminya sudah meninggal lima tahun yang lalu warga Dusun II Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin sudah 10 tahun bekerja kepada salah seorang pengusaha kerang sebagai perebus kerang ini mengatakan, jika kerang banyak ia bisa merebus kerang sebanyak 20 hingga 30 karung sehari yang dimana satu karung kerang bermuatan 50 kilo, dan dapat berpenghasilan sebesar Rp 100 ribu hingga Rp.150 ribu per hari,” katanya.

“Namun pada saat sekarang ini kerang susah didapat, Nek Rohani hanya merebus kerang sehari hanya 5 karung saja, dan Alhamdulillah, dapat gaji sekitar lima puluh ribuan,” pungkas Nek Rohani yang bekerja sambil ditemani tiga cucunya ini.(hrp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here