Anggaran Makan Minum DPRD Karimun Akan Dilaporkan ke Kejaksaan – Sekwan: Data di Kami Sesuai DIPA APBD

0
648
Sekwan
Sekwan DPRD Kabupaten Karimun, Eddie Muar.

KEPRI I Media24jam.com – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Karimun, Eddie Muar, membantah tudingan adanya penggelembungan anggaran biaya makan minum seketariat dan anggota DPRD. Klaim penggelembungan tersebut terjadi pada mata anggaran APBD tahun 2024.

Baca Juga: Anggaran “Tipu-tipu” Biaya Makan Minum Sekwan dan DPRD Karimun Capai Ratusan Juta Rupiah

“Bg tolong di koreksi hasil klarifikasi kami dgn berita yg di buat…sy kan td menjelaskan terkait pagu anggaran dan realisasi anggaran..yg sy bicarakan data di kami sesuai dgn DIPA APBD Sekretariat DPRD bukan data dari korwil…krn km tak tau data dr korwil sumbernya dr mana..beliau harus jelaskan juga..trmkash bg,” kata Eddie Muar melalui pesan singkat WA, pada Senin malam  (30/6/2025).

Saat di konfirmasi media ini, Eddie Muar, menjelaskan total biaya makan minum Seketariat Dewan (Setwan) dan anggota DPRD Karimun pada mata anggaran tahun 2024 yaitu sebesar Rp2.104.757.000. “Data di kami sesuai dengan DIPA APBD,” tegasnya.

Dilain pihak, muncul klaim nilai anggaran biaya makan minum Setwan dan anggota DPRD Kabupaten Karimun pada mata anggran tahun 2024 tidak mencapai angka Rp2 miliar. Tetapi totalnya hanya Rp1.480.457.000.

Sekwan, Eddie Muar, kepada media ini berdalih jika anggka Rp1 miliar lebih itu adalah pagu anggaran. Sedangkan Rp2 miliar ini adalah realisasi sesuai DIPA APBD tahun 2024.

Hasil pengamatan media24jam.com dari kedua versi angka anggaran makan minum Setwan dan anggota DPRD Kabupaten Karimun ini ada keanehan. Dimana realisasi anggraan makan minum tersebut menurut versi data Seketaris Dewan, Eddie Muar, yaitu sebesar Rp2.104.757.000. Sedangkan laporan yang masuk ke Presiden hanya Rp1.480.457.000. Artinya ada penggelembungan atau selisih Rp624.300.000.    

Menanggapi persoalan tersebut, aktivis Serat, Leo P, menyesalkan jika benar terjadi penggelembungan anggaran biaya makan minum Setwan dan anggota DPRD Kabupaten Karimun. “Itu selisihnya lumayan besar,” tegas Leo, Selasa (1/6/2025).

Pihaknya berharap Kejaksaan turun tangan untuk mengusut kasus ini agar tidak terjadi polemik di tengah masyarakat. “Saat ini rakyat sedang susah, sementara mereka makan enak dari uang rakyat,” kesal Leo.

Dia mengaku akan siap untuk mengawal kasus ini sampai ke pengadilan. “Biar nanti teman-teman Kejaksaan yang melakukan audit. Biar jelas ada tidaknya kerugian negara dalam kasus ini,” kata Leo lebih tegas. (Handreasseru)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here