BINJAI | MEDIA 24 JAM.COM-Aksi unjuk rasa ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Binjai berubah menjadi kericuhan, Senin (27/4/2026).
Massa yang memadati Kantor Wali Kota Binjai di Jalan Jenderal Sudirman akhirnya merubuhkan gerbang utama kantor pemerintah tersebut.
Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu awalnya berjalan dengan orasi dan penyampaian tuntutan. Massa membawa spanduk, bendera, serta pengeras suara sebagai bentuk protes atas penertiban dan penggusuran PKL oleh Satpol PP di kawasan Jalan Bandung dan Jalan Olahraga.
Namun situasi memanas saat massa merasa diabaikan. Wali Kota yang ditunggu-tunggu tak kunjung muncul. Massa pun menolak ditemui perwakilan dan bersikeras meminta orang nomor satu di Binjai itu hadir langsung.
“Kami bukan teroris! Kami hanya mau mencari makan. Kalau ditertibkan, tolong beri solusi, jangan kami dibiarkan mati perlahan!” teriak Firman, salah seorang pedagang yang mengaku sudah 25 hari tidak berjualan.
Ketegangan memuncak. Aksi dorong-mendorong antara massa dan petugas keamanan tak terhindarkan. Dalam sekejap, dua pintu gerbang utama kantor Wali Kota Binjai roboh dihantam massa yang sudah tersulut emosi.
Setelah gerbang tumbang, massa merangsek masuk dan menguasai halaman kantor. Bahkan, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat lumpuh akibat aksi blokade jalan.
Hingga pukul 12.30 WIB, massa masih bertahan dan menuntut kepastian. Mereka hanya bersedia berdialog jika Wali Kota ikut terlibat, meski melalui sambungan virtual.
“Kami mau dialog, tapi Wali Kota harus hadir walau lewat video call. Jangan hanya lempar ke bawahannya,” tegas perwakilan massa, Edward Gurki.
Akhirnya, Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar di ruang rapat III dipimpin Sekda Kota Binjai, Chairin Simanjuntak. Dalam rapat tersebut, Wali Kota dihubungi via telepon.
Kepala Dinas Kominfo Kota Binjai, Ikhsan, menyebutkan Wali Kota sedang berada di luar kota menghadiri kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Palembang.
“Wali Kota menyampaikan permohonan maaf dan menjadwalkan pertemuan dengan pedagang pada Rabu mendatang,” ujar Ikhsan.
Namun, rapat berlangsung alot dan tak membuahkan hasil. Massa menolak keras relokasi ke Stadion Binjai dan bersikeras ingin kembali berjualan di lokasi semula.Akhirnya situasi pun meninggalkan jejak kerusakan dan ketegangan yang belum mereda.(meru)




