Ketua DPRD Tapteng nyaris Adu Jotos di Kantor Kecamatan Barus Tapteng

0
17

TAPTENG | MEDIA 24.JAM.COM – Masyarakat Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah terus dihebohkan dengan bantuan sosial seperti Jaminan hidup yang menurut mereka pendataan yang tak merata.

Alih-alih Camat dan Lurah di Kecamatan Barus menjadi sasaran empuk warga, mereka menilai kinerja pemerintah sampai saat ini belum efektif dalam menangani bantuan Pascabencana.

Pada Senin (27/4/26) Ketua DPRD Rivai Sibarani dan sejumlah anggota dewan lainnya turun ke lokasi memastikan soal pendataan di Kecamatan Barus.

Dalam musyawarah itu dihadiri Lurah Padang Masiang Henra Hutauruk dan masyarakat Barus. Melihat video amatir yang beredar suasana dilokasi sedikit tampak tegang.

Kemudian tak lama dalam rapat itu Plh Lurah Padang Masiang bersitegang dengan Ketua DPRD Tapteng Rivai Sibarani yang didampingi anggota DPRD Ardino Tarihoran.

Dikonfirmasi, Plh Lurah Padang Masiang Henra Hutauruk menuturkan awalnya kehadirannya atas dasar menjalankan perintah Camat Barus Sanggam Panggabean memintanya datang ke Kantor Camat Barus untuk memberikan klarifikasi ke warga dan anggota DPRD yang hadir di sana.

“Acaranya sebelumnya tidak terjadwal,” ungkapnya via selular.

Selanjutnya, rapat dengar pendapat itu dipimpin oleh Plh Lurah Padang Masiang dan Ketua serta anggota DPRD Tapteng.

Kemudian, lanjut Lurah Padang Masiang, Ketua DPRD membentak dengan nada tinggi di depan warganya.

“Berdiri kau pak Lurah,” ucapnya menirukan kalimat Ketua DPRD Ahmad Rivai Sibarani.

Tak terima dibentak, Henra mengaku refleks menggebrak meja dan disambut dengan balasan bahasa tubuh Ketua DPRD Ahmad Rivai Sibarani hingga memantik reaksi oknum tak dikenal.

“Ketua Dewan mau menumbuk (meninju.red) lalu bersamaan massa menumbuk dan melempar saya dengan aqua,” terang Plh Lurah Padang Masiang ini.

Soal kejadian tersebut, Camat Barus Sanggam Panggabean membenarkan kericuhan itu, namun dia tidak melihat persis kejadian yang sebenarnya.

“Saya sedang di Kantor Bupati menyerahkan bantuan data rumah rusak yang sudah terverifikasi,” ucapnya di Depan Kantor Bupati Tapteng.

Dia juga menyesalkan peristiwa tersebut. Menurut Camat, seharusnya kedua belah pihak dapat menahan diri mengingat Pemkab Tapteng juga terus berupaya melakukan pendataan agar manfaat bantuan sosial jadup dapat dirasakan seluruh korban dan warga terdampak bencana.

“Data yang kita peroleh dari desa dan kelurahan itu sudah sampai tiga ribu lebih BNBA by name by addres,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Tapteng Ahmad Rivai Sibarani mengaku kehadirannya didampingi Ardino Tarihoran atas desakan masyarakat yang meminta kejelasan penerima jadup.

“Saya dan Ardino dipaksa warga ikut dan tidak ada ribut di sana,” terangnya.

Dia menyampaikan bahwa keributan terjadi akibat warga yang melihat respon Plh Lurah Padang Masiang.

“Gak ada yang ribut-ribut,” pungkasnya.(Benny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here