SUMUT (Media24jam.com) – Mandul adalah gangguan kesuburan yang membuat pasangan sulit mendapatkan anak.
Tidak hanya dapat terjadi pada wanita, tetapi juga pada pria. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat hingga penyakit tertentu.
Mandul bisa ditangani dengan pengobatan tradisional, konsumsi obat atau melakukan
tindakan medis tertentu yang sesuai dengan penyebabnya.
Pakar pengobatan AA Ks Gunawan mengatakan Kemandulan bisa terjadi ketika sperma pada pria atau telur pada perempuan tidak dapat diproduksi,
sehingga pembuahan tidak dapat terjadi. Biasanya, kemandulan disebabkan oleh gangguan kesuburan, baik pada pria maupun wanita.
Pemilik ponsel 081397594440/082282200770 ini menambahkan bahwa kesuburan
Pria dan wanita harus dijaga jauh sebelum menikah dari Persiapan Mental, Persiapan Mental,
Persiapkan Finansial dan Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi. Begitupun setelah menikah, tinggalkan kebiasaan buruk, Kebiasaan buruk yang perlu dihentikan antara lain merokok, mengurangi konsumsi kafein, mengonsumsi minuman keras dan obat terlarang, dan lain sebagainya.
Sulitnya mendapatkan keturunan pastinya jadi dilema tersendiri untuk pasangan.
Karena impian Setiap pasangan ingin Memiliki buah hati setelah menikah karena
Kehadiran seorang anak di dalam keluarga menjadi pelengkap kebahagiaan bagi pasangan suami istri.
Ini terlihat dari banyaknya pasutri yang datang ke praktek saya di Jalan Bakaran Batu Pasar Sore/Bandara Kualanamu. Dekat Rumah Sakit PATAR ASIH Desa Tumpatan, Kec Beringin Kab. Deli Serdang Lubuk Pakam SUMUT.
Datang dengan berbagai masalah yang berbeda tetapi tujuannya sama yaitu mendapatkan keturunan.
Metode pengobatan yang saya berikan sama saja yaitu pijat urut dari pangkal paha sampai ke ujung kaki dengan minyak yang saya ramu sendiri dan terbuat dari rempah rempah alami. Apakah ada obat alami yang di konsumsi?
“Tergantung seberapa besar permasalahan yang dialami,” ucap pria paruh baya yang akrab di panggil AA ini.
“Seperti biasa setiap permasalahan ada jalan keluar dan setiap sakit ada obatnya,” tutup AA diakhir wawancara. (ni)




