GUNUNGSITOLI (Media24jam.com) – Wakil Walikota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Sowa’a Laoli SE, M.Si, mengklaim program pembangunan di Tahun 2020 mengalami peningkatan signifikan.
Namun demikian, Sowa’a tidak menampik bahwa akibat pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi di Kota Gunungsitoli sedikit mengalami penurunan di Tahun 2020.
Hal tersebut disampaikan Sowa’a dalam rapat paripurna penyampaian penjelasan umum Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Gunungsitoli T.A. 2020, Rabu (31/3/2021).
Sowa’a menjelaskan, program pembangunan Tahun 2020 mengalami peningkatan. Meski sebagian indikator makro daerah menurun akibat pembatasan aktivitas sosial ekonomi di masa pandemi Covid-19.
“Kendati begitu, patut disyukuri indeks pembangunan manusia (IPM) menunjukkan trend positif. Karena Tahun 2020 angka IPM mengalami peningkatan sebesar 69,31, dibandingkan Tahun 2019″, ujar Sowa’a.
Sama halnya dengan pendapatan perkapita, dimana pada Tahun 2020 menembus angka 40,17 juta atau naik 1,46 juta, dibandingkan Tahun 2019 yang sebesar 38,71 juta.
Sowa’a mengungkapkan, pandemi Covid-19 di Tahun 2020 memberi pengaruh besar terhadap indikator makro lain. Seperti melambatnya pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 0,38% atau menurun sebesar -5,67% dibandingkan Tahun 2019 mencapai 6,05%.
“Kita bersyukur, kompleksitas permasalahan pembangunan dapat teratasi secara bijaksana dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan DPRD Kota Gunungsitoli sebagai mitra strategis pemerintah daerah”, kata Sowa’a.
Melalui LKPJ Walikota Gunungsitoli TA 2020, lanjut Sowa’a, pemerintah daerah berharap DPRD dapat merumuskan catatan yang nantinya menjadi bahan dalam melakukan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan.
“Kami berharap, DPRD Kota Gunungsitoli menyampaikan catatan strategisnya untuk menyempurnakan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah di masa mendatang”, pungkas Sowa’a. (Yos)




