Bisnis Laundry Sepatu Kotor Bawa Cuan, Ditengah Persaingan Yang Juga Ketat

0
7

MEDAN (Media24jam.com) – Sepatu kotor ternyata bisa menjadi peluang usaha. Namun, semakin banyak usaha laundry sepatu bermunculan, semakin ketat pula persaingannya. Kondisi ini ikut dirasakan oleh Aji, salah satu karyawan laundry sepatu Cos Clean di Jl. Karya No.133/157, Karang Berombak, Kota Medan.

Menurut Aji, pelanggan biasanya datang ketika merasa sepatu mereka sudah kotor. Tidak harus sampai penuh lumpur atau terlihat “minta diselamatkan”, rasa kotor saja sudah cukup untuk membuat sepatu masuk ke tempat laundry.

“Kalau mereka merasa kotor, mereka naruh sepatunya di laundry,” ujar Aji saat ditemui, Selasa (8/9/2026).

Menariknya, sepatu yang masuk ke laundry tersebut cukup banyak berasal dari merek ternama seperti Adidas dan Nike. Untuk layanan standar, pelanggan cukup membayar Rp40.000. Harga tersebut sudah termasuk pencucian bagian luar dan dalam sepatu.

Dalam sehari, rata-rata sekitar tujuh pasang sepatu masuk untuk dicuci. Jumlahnya bisa meningkat menjadi delapan hingga sepuluh pasang pada hari tertentu. Namun, Aji mengaku jumlah pelanggan belakangan ikut menurun karena semakin banyak usaha laundry sepatu.

“Lumayan sih bang, menurun juga sih bang. Karena sudah terlalu ramai,” katanya.

Meski begitu, promo ternyata masih menjadi jurus ampuh untuk menarik pelanggan. Saat momentum 17 Agustus, misalnya, laundry tersebut pernah menawarkan harga khusus Rp17.000 untuk setiap pencucian sepatu.

Hasilnya cukup terasa. Jumlah sepatu yang masuk bahkan mencapai 17 pasang dalam sehari.

“17 kita ada event itu, semua pencucian Rp17 ribu,” ujar Aji.

Untuk pelanggan, jasa laundry tampaknya menjadi pilihan ketika sepatu kesayangan mulai terlihat kusam. Namun, ketika isi dompet sedang bersahabat, membeli sepatu baru juga bisa menjadi pilihan.

“Kalau ada duitnya, sepatu baru lah bang,” kata Aji sambil bercanda.

Di tengah persaingan yang semakin ramai, laundry sepatu pun dituntut untuk terus menarik perhatian pelanggan. Sebab, bagi konsumen, sepatu boleh kotor, tetapi persaingan usaha jangan sampai ikut “berdebu”.(Pul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here