DELISERDANG | Media24jam.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Namorambe sejak Rabu (1/4/2026) pukul 10.00 WIB hingga sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, memicu meluapnya Sungai Simeme dan Sungai Deli. Air yang terus naik membuat warga Desa Lau Mulgap diliputi kecemasan dan terpaksa bersiaga sepanjang malam.
Luapan air sungai merendam sejumlah titik rawan banjir. Warga yang khawatir air semakin tinggi terlihat mulai mengemasi barang-barang berharga dan memindahkan kendaraan mereka ke tempat yang lebih aman. Hingga malam hari, sebagian warga masih bertahan di luar rumah, memantau debit air dengan perasaan cemas, takut banjir datang lebih besar.
Kondisi terparah terjadi di Dusun I, Desa Lau Mulgap. Jalan desa tidak lagi dapat dilintasi karena tertutup arus banjir setinggi pinggang orang dewasa. Arus air yang deras membuat warga tidak berani melintas.
Kepala Desa Lau Mulgap, Darma Sitepu, mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi banjir tersebut kepada Camat Namorambe, Nana Diana, serta unsur Muspika lainnya. Ia berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi segera turun tangan melakukan normalisasi sungai dan pemasangan bronjong agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.
Ia juga mengimbau para pengguna jalan agar untuk sementara waktu tidak melintasi Jalan Desa Lau Mulgap menuju Kuala Simeme. Pasalnya, beberapa tahun lalu, tiga orang warga pernah hanyut dan meninggal dunia di lokasi tersebut akibat banjir.
Sementara itu, salah seorang warga bermarga Sembiring menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah nyata. Menurutnya, sungai harus segera dikembalikan seperti semula dan dilakukan pemasangan bronjong agar mampu menahan erosi dan mencegah banjir semakin parah.
Warga berharap instansi yang berwenang, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II di bawah Kementerian PUPR, segera turun tangan melakukan normalisasi dan penanganan banjir, karena lembaga tersebut memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan, konservasi, serta pengendalian daya rusak air pada sungai.
Kini warga hanya bisa berjaga di tengah malam, berharap air segera surut dan tidak membawa bencana yang lebih besar.(*).




