
DELISERDANG (media24jam.com) – Puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bersatu Sumatera Utara (AMARA SUMUT) menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik, yakni Kantor Bupati Deliserdang dan Kantor DPRD Deliserdang dan Kejari Deliserdang Rabu (16/9/2026) sekira pukul 13.00 WIB.
Aksi tersebut menyoroti dugaan penyimpangan dalam pengadaan 15.000 potong jilbab dengan nilai anggaran Rp525 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Deliserdang Tahun 2025.
Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Tangkap dan Adili Ketua PKK Deliserdang” terkait dugaan korupsi pengadaan jilbab senilai Rp 525 juta.
Koordinator Aksi AMARA SUMUT, Imam mengatakan berdasarkan hasil penelusuran, investigasi dan informasi terdapat dugaan persoalan serius dalam kegiatan pengadaan 15.000 potong jilbab dengan nilai anggaran sebesar Rp 525.000.000 pada Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Deliserdang Tahun 2025.
“Nilai tersebut apabila dihitung secara keseluruhan mencapai sekitar Rp 35.000 per potong, sehingga menimbulkan pertanyaan publik mengenai kewajaran harga, proses pengadaan, spesifikasi barang serta penetapan harga dalam kegiatan tersebut,” katanya.
Imam menegaskan dugaan itu semakin penting diperiksa karena terdapat informasi mengenai hubungan antara pihak penyedia dengan lingkungan organisasi PKK Deliserdang termasuk dugaan penyedia merupakan oknum Bendahara PPK Deliserdang inisial LS yang merupakan orang kepercayaan oknum Ketua PKK Deliserdang inisial JS.
Selain itu juga terdapat kejanggalan antara barang yang diadakan dengan tujuan penggunaan anggaran. Jilbab yang ditemukan bertuliskan ‘Asri’ bukan identitas atau logo resmi Pemkab Deliserdang.
“Berdasarkan informasi yang kami himpun, terdapat dugaan bahwa jilbab tersebut telah dibagikan dalam momentum politik sebelumnya, sementara pertanggung jawaban atau pembiayaannya kemudian dibebankan melalui APBD tahun 2025,” ungkapnya.
Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan menjadi sekedar isu ditengah masyarakat, tetapi harus diperiksa secara objektif untuk memastikan ada atau tidaknya konflik kepentingan dalam proses pengadaan.
Sehingga kata Imam AMARA SUMUT mendesak kepada Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan untuk memeriksa oknum Ketua PKK Deliserdang inisial JS terkait dugaan keterkaitan dan potensi konflik kepentingan dalam pengadaan jilbab tersebut.
Selanjutnya kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang AMARA SUMUT mendesak agar segera melakukan penyelidikan dan memeriksa oknum Ketua PKK Deliserdang, oknum Bendahara PPK Deliserdang, penyedia dan Kabag Kesra Setdakab Deliserdang terhadap dugaan penyimpanan pengadaan 15.000 potong jilbab senilai Rp 525 juta pada bagian Kesra Tahun 2025 termasuk dugaan markup harga dan potensi kerugian negara.
Sementara kepada DPRD Deliserdang didesak memanggil dan meminta seluruh dokumen pengadaan serta hasil pemeriksaan inspektorat, kemudian melakukan pendalaman apabila ditemukan indikasi penyimpangan atau kerugian keuangan daerah.
Aksi yang berlangsung sekitar 30 menit itu sempat diwarnai aksi massa menggedor pagar besi karena pintu gerbang dalam keadaan terkunci dan Bupati tidak menemui massa.
Massa akhirnya ditemui Kasatpol PP Deli Serdang Marzuki dan PLT Kepala Badan Kesbangpol Anwar Sadat. Marzuki menyebut persoalan tersebut sudah dalam penanganan Inspektorat.
“Untuk hal yang dimaksud saat ini sedang dalam penanganan dan pemeriksaan Inspektorat. Mohon bersabar kita tunggu hasilnya,” ucap Marzuki.
PLT Kepala Badan Kesbangpol Anwar Sadat menambahkan bahwa dugaan penyimpangan dalam pengadaan 15.000 potong jilbab dengan nilai anggaran Rp525 juta sedang ditangani Satreskrim Polresta Deliserdang.
“Pertama (Sedang ditangani) Inspektorat dan juga Polresta Deliserdang. Yang kedua status Pemkab berkoperatif sebisa mungkin membantu untuk memproses penyelidikan ini kepada inspektorat dan Polresta agar informasi ini bisa selesai melalui ranah hukum dan juga menemukan kebenaran karena yang memiliki kewenangan tentunya penyidik,” ungkapnya. (fan)
Puluhan massa yang mengatasnamakan AMARA SUMUT menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Deliserdang. MEDIA24JAM I FANI ARDANA




