Di Tengah Tekanan Global, Sektor Keuangan Indonesia Tetap Stabil

0
2

Media24jam, Jakarta – Di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda, sektor jasa keuangan Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sistem keuangan nasional masih terjaga hingga April 2026.

Ketidakpastian global masih dipicu oleh konflik geopolitik, gangguan distribusi energi, serta fluktuasi harga minyak dunia. Kondisi ini bahkan mendorong lembaga internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.

Namun di dalam negeri, ekonomi Indonesia justru mampu tumbuh solid. Pertumbuhan ekonomi tercatat di atas 5 persen, ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang tetap kuat.

Dari sisi pasar keuangan, tekanan memang sempat terjadi di pasar saham sepanjang April 2026. Meski demikian, aktivitas perdagangan dan likuiditas pasar masih relatif terjaga, mencerminkan kepercayaan investor yang belum luntur.

Sektor perbankan juga menunjukkan kinerja positif. Penyaluran kredit terus tumbuh dan diikuti peningkatan dana pihak ketiga. Fungsi intermediasi perbankan dinilai tetap berjalan baik dalam mendukung aktivitas ekonomi.

Selain itu, kondisi perbankan tetap solid dengan tingkat kredit bermasalah yang rendah serta permodalan yang kuat. Hal ini menjadi bantalan penting dalam menghadapi potensi gejolak ke depan.

Di sektor non-bank, industri asuransi dan dana pensiun juga mencatat pertumbuhan aset. Perkembangan ini memperkuat gambaran bahwa sektor jasa keuangan nasional masih berada dalam kondisi yang stabil.

OJK menegaskan akan terus memperketat pengawasan, termasuk menindak aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang merugikan masyarakat.

Ke depan, OJK berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memastikan sektor jasa keuangan tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here