Diiming-imingi Masuk TNI, Polisi dan PNS, Pemilik Pengobatan Alternatif Diduga Tipu Pasien Ratusan Juta Rupiah

0
646

SUNGGAL (Media24jam.com) – Diiming-imingi jadi PNS, TNI dan Polisi, pasien pengobatan Alternatif Bunda meng geruduk rumahnya di Jalan Tani Asli Gang M Samin Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal, pasal nya Mariani alias Bunda telah meminta uang kepada Pasiennya untuk dijanjikan masuk menjadi PNS, TNI dan Polri. Alhasil para pasien menjadi korban penipuan dengan total seluruh berjumlah ratusan juta rupiah.

Salah satu korban bernama Suwarno Jalan Glugur rimbun Desa Telaga Sari Dusun II Kecamatan Sunggal mengaku dirinya menjadi korban penipuan dengan modus memasukkan anaknya menjadi PNS di PU.

“Awalnya saya diiming-imingi anak saya bisa masuk PNS di Dinas Pengairan Umum (PU) saya kasih uang dengan beberapa tahap dengan total nya Rp 170.000.000  namun hingga satu tahun lebih ini anak saya tak masuk jadi PNS,” katanya, Kamis (10/3).

Hal senada dikatakan Nian yang juga diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan Mariani menjelaskan dirinya diminta uang sebanyak Rp 20.000.000 untuk dijadikan PNS di Kemenkumham.

“Aku diminta uang sebesar Rp 20.000.000 untuk bisa masuk jadi PNS di Kemenkumham, tunggu punya tunggu dari tahun semalam saya tak kunjung masuk jadi PNS, ketika saya tanya selalu dibilang sabar… sabar…. dan sabar,” akunya.

Tak hanya itu Nia menerangkan bahwa Mariani pernah di hadapannya mengatakan bahwa ia kenal dengan Presiden Jokowi dan korban lainnya katanya kenal dengan walikota Bobby Nasution.

“Dihadapan saya, Mariani pernah mengatakan Presiden RI pak Jokowi pernah menghubungi nya, dan untuk korban yang lain pernah dikatakan bahwa ia kenal dekat dengan Bobby Nasution yang sekarang menjadi Walikota Medan,” ungkapnya.

Mariani saat dikonfirmasi mengakui dirinya ada menerima uang dari para pasien yang berobat alternatif kepadanya. Namun  ia berdalih bahwa uang para korban dugaan penipuan untuk diurus nya bekerjasama dengan rekannya bernama Budi, yang dikabarkan sudah meninggal dunia.

“Ya memang benar saya Terima uang mereka tapi saya uruskan melalui rekan saya bernama Budi tapi kini ia sudah meninggal dunia,” katanya.

Tak hanya itu ia juga mengakui bahwasannya ia menerima uang dari para pasien nya untuk dijanjikan kerja menjadi PNS, TNI, Polisi.

“Ya bang saya Terima uang itu untuk bisa jadi PNS, TNI dan Polisi,” pungkasnya.

Kini warga menuntut pengembalian uang tersebut dengan membuat perjanjian diatas surat dan jika tidak dikembalikan dengan waktu yang ditentukan maka hal ini akan dilanjutkan warga dengan menempuh jalur hukum. (Hadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here