Fokus Atasi Stunting Plt Wali Kota Pematangsiantar Beri Makanan Tambahan pada Balita.

0
76

SIANTAR (Media24jam.com) – Salah satu visi-misinya Plt Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA yakni Siantar Sehat, yang merupakan visi unggulan yang harus ditunaikan dan untuk mewujudkan visi tersebut Plt Wali Kota Pematangsiantar ibu dr Susanti Dewayani,Sp. A memfokuskan penanganan stunting.

Karenanya, Plt Wali Kota sangat mendukung pelaksanaan Gebyar Pencegahan Anak Stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kecamatan Siantar Barat. Yang dilaksanakan di Kantor Lurah Timbang Galung, Jalan Menambin Kota Pematangsiantar.

Camat Siantar Barat Pardomuan Nasution SS MSP dalam laporannya menerangkan beberapa hal terkait pelaksanaan Gebyar Pencegahan Anak Stunting dengan PMT di Kecamatan Siantar Barat, Gebyar Pencegahan Anak stunting dengan PMT merupakan hasil Rapat Pertemuan dan Analisis Situasi Program Stunting Kota Pematangsiantar Tahun 2022, tanggal 06 Juni 2022 di Sapadia Hotel Pematangsiantar.

Yang bertujuan Pencegahan Anak Stunting dengan PMT, dengan pemberian makanan tambahan berupa susu kepada anak-anak yang termasuk kategori stunting di Kecamatan Siantar Barat.

Sedangkan sumber dana penyelenggaraan pemberian makanan tambahan ini adalah dari APBD Kota Pematangsiantar yang tertampung dalam DPA Kecamatan Siantar Barat Tahun Anggaran 2022. dan peserta sebanyak 27 anak yang menerima PMT secara simbolis dari 500 orang anak balita di Posyandu masing-masing kelurahan se-Kecamatan Siantar Barat.

Kami juga menyampaikan Selain di aula Kantor Lurah Timbang Galung, Gebyar Pencegahan Anak Stunting dengan PMT juga dilaksanakan di seluruh Posyandu di Kecamatan Siantar Barat sesuai dengan jadwal masing-masing Posyandu,” terangnya.

Plt Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA dalam bimbingan dan arahannya menjelaskan, stunting adalah permasalahan gizi anak yang menjadi fokus program pemerintah pusat. Karena anak-anak merupakan investasi/tabungan di hari tua.

Baca ini juga :  Wajah 'Dingin' Suami Bunuh Istri, Divonis 17 Tahun Penjara

“Ketika kita memiliki anak-anak sehat, meraka bisa menjadi apapun yang mereka inginkan. Ada yang bisa menjadi dokter, lurah, camat, polisi, tentara, bahkan menjadi wali kota. Selain itu kalau anak kita sehat, kita tidak pusing memikirkan penyakit dan biaya perobatan. Sehingga ketika tua nanti, kita bisa fokus beribadah dan anak-anak kita bisa menjadi investasi dunia akhirat,” jelasnya.

Gambaran Stunting di Pematangsiantar, lanjut Plt Wali Kota Susanti, ada 136 anak dari data terakhir yang mengalami masalah gizi, yakni di angka 15 persen.

Angka tersebut dalam penyampaiannya, harus bisa diturunkan. Namun upaya penurunan bukan hanya peran pemerintah, sebab yang paling penting adalah peranan orang tua dari anak-anak.

Anak yang mengalami kekurangan gizi, sebutnya, ada yang bawaan lahir. Kelainan sejak lahir bisa berpotensi mengalami stunting. Misalkan seorang anak mengalami kelainan jantung, tentunya akan berefek kepada penurunan gizi. Sebab anak mengalami kesulitan mencerna makanan dan asupan gizi anak terganggu.

“Jadi angka stunting ini tidak bisa nol, karena ada anak-anak mengalami kelainan sejak lahir yang berpotensi mengalami stunting. Kemudian ada anak mengalami stunting karena didapat. Contohnya anak-anak yang mengalami sakit biasanya berperilaku gerakan tutup mulut (GTM) ketika dikasih makan. Anak-anak yang GTM menjadi tanggung jawab ibu-ibu. Misalkan membuat menu makan yang lebih beragam. Agar anak kembali mau makan,” tandasnya.

Masih kata Plt Wali Kota Susanti, masalah stunting juga terkait kemampuan finansial orang tua. Sehingga orang tua harus bisa merencanakan jumlah anak. Termasuk dalam menikahkan anak harus bisa direncanakan.

Karena sesuai undang-undang, anak bisa menikah harus sudah berusia minimal 19 tahun dan harus sudah siap secara finansial. Apabila rumah tangga mereka nantinya sudah siap secara usia dan finansial, tentunya nanti si Ibu hamil dapat dengan tenang dan berefek kepada kesehatan janin dan melahirkan anak yang sehat.

Baca ini juga :  Plt. Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Business Matching Pengadaan Produk Dalam Negeri dan UMKM Tahun 2022.

“Apabila kita ingin investasi anak, itu dimulai dari usia 1.000 hari pertama. Di situlah di tiga tahun pertama kita harus konsen memantau dan menjaga pertumbuhan anak. Terutama memantau asupan makan anak. Tidak harus mewah dan mahal, namun harus bergizi. Dengan memberikan makan yang prima, kita . bisa mencegah stunting yang dimulai dari kita sendiri. Dan peran ibu di keluarga sangat berpengaruh dalam peningkatan asupan gizi untuk anak,” bebernya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan PMT secara simbolis oleh Plt Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA, dan dirangkai foto bersama.

Tampak hadir, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar AP, Kapolsek Siantar Barat Iptu R Lubis,
Danramil 04/Siantar Barat Carles Tarigan, Ketua PKK TP Kecamatan Siantar Barat Ny Fathul Pardomuan Nasution, para lurah se-Kecamatan Siantar Barat, para Kepala Puskesmas di Kecamatan Siantar Barat, serta tamu undangan.(*/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here