MEDAN,(media24jam.com)-Hujan deras yang melanda kota Medan pada Minggu (27/2/2022) sore hingga malam hari menyebab kan sejumlah daerah di Kota Medan, dilanda banjir.
Nguyuran air hujan yang merata di kota Medan tersebut, dimulai dari pukul 15.30 WIB, tak kunjung reda, bahkan semakin deras hingga malam hari.
Akibatnya, sejumlah drainase di jalan protokol, dan dreinase di jalan lainya yang ada di kota Medan meluap karena tak mampu menampung debit air yang sangat besar.
Endingnya, rumah-rumah warga dan fasilitas umum banyak yang terendam terendam air. Bahkan tak hanya rumah warga dan jalan, rumah ibadah Musholah juga turut digenangi air.
Adapun sejumlah titik yang terjadi banjir di Medan yakni, di Kecamatan Medan Amplas, Kecamatan Medan Denai dan Kecamatan Medan Kota, bahkan di Kecamatan yang lainnya yang ada dikota Medan juga tak luput mengalami kebanjiran.
Sementara hujan, yang hingga pukul 23.00 Wib belum juga berhenti, diperkirakan ribuan rumah warga yang ada di kota Medan mengalami kebanjiran dan wargapun panik terpaksa mengungsi ketempat sanak familinya.
Tak hanya rumah warga saja yang digenangi air, sejumlah jalan seperti di jalan Sisingamangaraja, tepatnya di Simpang Amplas, Simpang Limun, dan Jalan M Nawi Harahap, Jalan Selamat, serta jalan Panglima Denai, juga tak luput digenangi air setinggi lutut orang dewasa.
Akibatnya sejumlah kenderaan roda dua maupun empat, mogok ditengah jalan dan terpaksa didorong, sedangkan jalan menuju pusat kota Medan mengalami macat total.
“Gawat kali kota Medan ini, tak kunjung selesai dilanda banyir, percuma aja drainase diperbaiki tapi tak berpengaruh, tetap saja banjir kalau hujan begini “keluh warga yang mengaku tinggal di Simpang Limun.
Sedangkan warga lainnya, mengaku malas berkomentar, dan mengkritik pemerintah,pasalnya toh sama aja, asal hujan seperti ini, bukan hanya dikota Medan saja yang kebanjiran, dan juga bukan karna drainase yang bagus, buktinya walaupun hampir semua drainase di kota Medan telah diperbaiki toh tetap saja banjir.
Menurutnya, soal kota Medan krap dilanda banjir, itu tidak ada yang bisa salahkan, artinya terpulang kepada pemahaman kita masing-masing.
“Menurut abang siapa yang membikin dan menurunkan hujan,” tanyanya kepada awak Media ini. Ya sudah abang enggak perlu jawab.
“Jadi itulah yang perlu kita sadari, siapa yang membikin dan menurunkan hujan. Kalau kita sudah paham hal itu jadi kita tidak saling menyalahkan,” ucapnya sembari tersenyum.(lin)




