Batu Bara, Media24Jam – PT. Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) adalah BUMN produsen aluminium pertama dan terbesar di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1976.
Hingga kini perusahaan ini pun terus berkembang dan tetap memperhatikan ESG (Environmental, Social, and Governance) sehingga hadirnya pun membawa manfaat terhadap lingkungan sekitarnya.
Perihal itu pun dikuatkan dengan pernyataan langsung dari Daniel Hutahuruk selaku Ka-Grup Layanan Strategis.
“Komitmen ESG bagi PT. Indonesia Asahan Aluminium bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi merupakan fondasi dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa kinerja operasional harus berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola yang transparan. Melalui inovasi dan kolaborasi, kami terus berupaya menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, sejauh ini PT. INALUM (Persero) telah mengoperasikan dua PLTA utama, yaitu PLTA Sigura-gura (286 MW) dan PLTA Tangga (317 MW), dengan total kapasitas 603 MW, yang memanfaatkan aliran Sungai Asahan dari Danau Toba, Sumatera Utara. PLTA ini merupakan tulang punggung energi hijau bagi pabrik peleburan aluminium Inalum di Kuala Tanjung, dan menghasilkan listrik efisien untuk mendukung produksi aluminium nasional.
Selain itu, INALUM juga telah melakukan Reboisasi DTA (Daerah Tangkapan Air Danau Toba) seluas 2.304 Hektare selama tahun 2018-2025.
Tidak sampai disitu, PT. INALUM pun terus menebarkan manfaat dalam aspek sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Seperti halnya di Kabupaten Batu Bara, Dedi Syahputra alias Untung, sukses mengelola budidaya maggot BSF sejak 2020 berkat dana CSR Inalum. Menggunakan limbah kantin sebagai pakan, ia menghemat biaya pakan ternak hingga 70%, memanen 40-50 kg maggot, serta mengembangkan peternakan bebek dan ikan.
Dedi Syahputra pun kini telah memiliki sekitar 10 orang karyawan yang dipekerjakannya untuk membantu usaha ternaknya itu.
Keberhasilannya itu pun tidak terlepas dari peran serta PT. INALUM dalam mendorong usahanya melalui program TJSL yang dikucurkan padanya.
Begitu juga halnya dengan Yayasan Penyandang Disabilitas Panti Karya Hephata HKBP yang berada di Desa Sintong Marnipi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba.
Yayasan ini sukses membuat ketahanan pangan secara mandiri berkat dorongan dari PT. INALUM melalui program Tani Nusantara.
Kunjungan Direktur Utama PT. INALUM, Melati Sarnita ke Yayasan tersebut pada 11 April 2026 kemarin pun menjadi puncak bertemunya rasa haru yang mendalam, sebab kehadiran orang nomor satu di PT. INALUM itu pun disambut dengan tari-tarian dan penyerahan sayur-sayuran dari hasil perkebunan Yayasan itu, sehingga mengingatkan keberhasilan dari program-program yang dijalankan PT. INALUM.
“Saya senang banget karena tadi dikasih buket sayuran hasil dari kolaborasi antara INALUM dan Panti Karya Hephata. Artinya program Tani Nusantara yang kami ajarkan itu dapat bermanfaat dan mudah-mudahan itu dapat menjadi salah satu supporting untuk ketahanan pangan,” tegas Melati Sarnita dalam kunjungan itu sembari menahankan air mata karena merasa haru.
Selain memberikan manfaat dalam aspek lingkungan dan sosial, PT. INALUM juga turut memberikan manfaat dalam aspek tata kelola.
Dalam lingkungan kerjanya PT. INALUM menerapkan beberapa kunci dalam tata kelola, yaitu :
- Pilar GCG: INALUM menerapkan standar tata kelola dengan pilar Transparansi, Akuntabilitas, Tanggung Jawab, Independensi, dan Kewajaran (TARIF).
- Struktur Lunak (Governance Structure): Perusahaan telah menyusun aturan internal seperti Manual GCG, Kode Etik, Piagam Dewan Komisaris/Direksi, serta peraturan tentang Gratifikasi, Whistleblowing System, dan LHKPN.
- Manajemen Risiko: Perusahaan menggunakan Peraturan Direksi No. Per-006/DIR/2024 sebagai panduan manajemen risiko yang efektif.
- Komitmen Insan: Seluruh level organisasi wajib menandatangani “Deklarasi Komitmen Insan INALUM” sebagai bentuk komitmen terhadap kode etik perusahaan.
Sehingga dari penerapan beberapa kunci tata kelola ini, PT. INALUM berhasil menjadi perusahaan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Keberlanjutan INALUM itu pun adalah bukti dedikasi nyata yang tak tergoyahkan untuk membangun masa depan yang berkelanjutan.
Berkat memperhatikan 3 aspek ini, yakni aspek lingkungan, aspek sosial, dan aspek tata kelola, PT. INALUM pun hingga akhirnya berhasil meraih penghargaan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) adalah instrumen kebijakan KLH yang mengevaluasi ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup. Bertujuan untuk mendorong kepatuhan, transparansi, dan efisiensi pengelolaan.
PROPER mengklasifikasikan kinerja perusahaan dengan warna Emas (terbaik), Hijau, Biru (taat), Merah, hingga Hitam (terburuk).
Sejak tahun 2022, INALUM telah 4 kali
mendapatkan PROPER EMAS dan 3 kali
mendapatkan PROPER HIJAU dengan
rincian:
PROPER EMAS
– Pabrik Peleburan 2022
– Unit PLTA 2023
– Pabrik Peleburan 2024
– Pabrik Peleburan 2025
PROPER HIJAU
– Unit PLTA 2022
– Unit PLTA 2024
– Unit PLTA 2025
Rekam jejak ini menegaskan konsistensi implementasi prinsip ESG di seluruh lini operasional perusahaan.
Pencapaian ini didukung oleh berbagai inisiatif inovasi lingkungan (eco-innovation), mulai dari efisiensi energi dan sumber daya, pengelolaan limbah, hingga optimalisasi proses operasional yang berkontribusi pada peningkatan kinerja keberlanjutan.
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita pun menegaskan bahwa INALUM berkomitmen dalam menjalankan industri peleburan aluminium berkelanjutan melalui modernisasi teknologi, efisiensi energi, dan penguatan rantai pasok. Upaya ini merupakan bagian dari penerapan industri hijau yang peduli dengan masyarakat. Bersama pemangku kepentingan kami berkomitmen memberikan kontribusi yang berkelanjutan untuk masyarakat.
(Dwi)




