MEDAN | MEDIA 24 JAM.COM-Kepala Lingkungan (Kepling) mengungkap kesaksiannya terkait tewasnya seorang istri oknum anggota polisi yang diduga bunuh diri menggunakan senjata api milik suaminya di sebuah rumah kawasan Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Kepling setempat, Sulaiman, mengatakan dirinya menerima informasi dari petugas kepolisian sekitar pukul 17.30 WIB mengenai adanya penemuan seorang wanita meninggal dunia di salah satu rumah di kawasan perumahan tersebut.
“Saya dihubungi polisi sekitar pukul 17.30 WIB. Waktu itu saya belum bisa langsung datang karena daerah sekitar masih banjir,” ujar Sulaiman saat diwawancarai, Senin (3/8/2026).
Sekitar satu jam kemudian, Sulaiman akhirnya tiba di lokasi. Saat itu, kawasan rumah sudah dipasang garis polisi dan dipenuhi petugas dari berbagai satuan, termasuk Tim Inafis.
“Saya datang, tim Inafis sudah ada, polisi sudah lengkap semua,” katanya.
Sulaiman mengaku tidak sempat melihat kondisi korban karena saat dirinya tiba, jenazah sudah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan bersiap dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara.
“Sudah dipasang police line, posisinya korban sudah mau dibawa masuk ke ambulans,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, rumah tersebut merupakan milik mertua korban. Sementara dugaan awal yang berkembang di lokasi menyebut korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api.
“Informasi yang kami terima memang begitu. Tapi kami belum bisa memastikan karena penyebab pasti kematian korban masih diperiksa dan diselidiki pihak kepolisian,” tegas Sulaiman.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, termasuk mendalami seluruh keterangan saksi dan hasil pemeriksaan forensik.(red)




