MEDAN (media24jam.com) – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (RI) berharap alokasi Tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Sumut pada tahun 2026 dapat langsung digunakan dan direalisasikan lebih cepat, sehingga dapat menyentuh kepentingan masyarakat, khususnya bagi daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Bidang Keamanan dan Hukum Kementrian Dalam Negeri RI Irjen Pol. Wahyu Bintono Hari Bawono, S.I.K., S.H., Μ.Η didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Politik dan Media Dr. Kastorius Sinaga saat memberikan keterangan kepada wartawan pada sesi temu Pers seusai Rapat Koordinasi Monitoring dan Asistensi Penggunaan Dana TKD Tambahan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (14/7/2026) yang dihadiri oleh Walikota/Bupati dari 33 Kabupaten/Kota dan Gubernur Provinsi Sumatera Utara.
Mewakili Menteri Dalam Negeri RI Wahyu Bintono mengatakan Pemerintah telah menambah alokasi TKD sebesar Rp10,68 triliun untuk tiga provinsi terdampak bencana.
Dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD) ini secara keseluruhan mencapai Rp10,68 triliun dan didistribusikan ke 3 provinsi terdampak bencana, dengan alokasi sebagai berikut: Sumatera Utara (Sumut): Rp6,35 triliun, Aceh: Rp1,65 triliun dan Sumatera Barat: Rp2,63 triliun.
Pemerintah pusat berharap dana tersebut segera direalisasikan dan diprioritaskan untuk memperbaiki infrastruktur serta mempercepat rehabilitasi di wilayah terdampak bencana.
Mendagri mengapresiasi komitmen para kepala daerah yang telah melakukan penyesuaian APBD 2026 melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada) guna mengalokasikan tambahan dana TKD. Ia berharap anggaran tersebut segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan adanya Monitoring dan Asistensi Penggunaan Dana TKD Tambahan yang dilakukan oleh Tim Satgas Pusat diharapkan penggunaan dana tambahan TKD ini lebih transfaran dan akuntable.
Dengan adanya monitoring ini juga mencari apa saja kendala-kendala yang terjadi di daerah yang bisa nanti disampaikan untuk segera dicarikan solusi sehingga realisasi anggaran lebih cepat lagi.
“Untuk tambahan TKD tahun 2026 sudah diterima dimasing-masing oleh Kabulaten/Kota Kita harapkan nantinya realisasi tambahan TKD ini lebih cepat, ” ungkap Wahyu.
Mendagri Tito Karnavian sebelumnya juga telah turun langsung ke Sumut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra untuk memastikan pemulihan permanen pascabencana berjalan cepat.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Sumatera Utara Bobby Nasution mengingatkan Pemerintah Kabupaten/Kota agar tambahan anggaran tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk program yang langsung menyentuh masyarakat di wilayah terdampak bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun program nonfisik.
Selain itu, ia mengajak seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat rehabilitasi daerah terdampak bencana. Menurutnya, Pemprov Sumut siap bersinergi agar percepatan pembangunan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sumut Surya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap.(fas)




