JAKARTA, MEDIA24JAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan program pembangunan tiga juta rumah melalui penguatan kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) serta sinergi lintas kementerian dan lembaga.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan hal tersebut usai pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, di Kantor OJK, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Friderica menjelaskan, OJK telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis dalam Rapat Dewan Komisioner guna mendukung program tersebut. Salah satunya adalah penyesuaian data dalam SLIK, di mana informasi kredit yang ditampilkan hanya untuk nominal di atas Rp1 juta, baik berdasarkan plafon maupun baki debet.
Selain itu, OJK juga mempercepat pembaruan status pelunasan pinjaman dalam SLIK menjadi maksimal tiga hari kerja setelah pelunasan dilakukan. Kebijakan ini ditargetkan mulai berlaku paling lambat akhir Juni 2026 untuk mempercepat proses pengajuan pembiayaan perumahan.
OJK juga membuka akses data SLIK kepada BP Tapera sesuai ketentuan yang berlaku guna mempercepat penyaluran pembiayaan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Selanjutnya, OJK akan menerbitkan penegasan terkait pengakuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi sebagai program prioritas pemerintah, yang berdampak pada aspek penjaminan pembiayaan perumahan.
Untuk memperkuat koordinasi, OJK bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan membentuk Satuan Tugas Percepatan Program 3 Juta Rumah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi pengembang.
OJK juga menegaskan bahwa data dalam SLIK bersifat netral dan tidak secara otomatis menentukan persetujuan atau penolakan kredit. Informasi tersebut hanya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam analisis pembiayaan oleh lembaga jasa keuangan.
Sebelumnya, melalui surat resmi pada Januari 2025, OJK telah menegaskan bahwa tidak ada larangan pemberian kredit kepada debitur dengan kualitas kredit selain lancar, khususnya untuk pembiayaan bernilai kecil.
“OJK akan terus mendorong berbagai langkah strategis untuk mempercepat pencapaian program 3 juta rumah sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan nasional,” ujar Friderica.
(Agung)




