OJK Perkuat Literasi Keuangan Perempuan di Tebing Tinggi untuk Dukung Ketahanan Ekonomi Keluarga

0
9

Media24jam, TEBING TINGGI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Tebing Tinggi menggelar kegiatan edukasi keuangan bagi kaum perempuan di Kantor Wali Kota Tebing Tinggi, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan perempuan guna memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat dari berbagai risiko di sektor jasa keuangan.

Peserta kegiatan terdiri dari anggota PKK, Dharma Wanita, pelaku usaha perempuan, serta Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus keuangan ilegal.

Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Reza Leonhard, yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga dan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi sangat penting agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat, serta terlindungi dari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang dapat merugikan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Berdasarkan gender, indeks literasi keuangan laki-laki tercatat sebesar 67,32 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan yang mencapai 65,58 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan laki-laki dan perempuan relatif seimbang, masing-masing sebesar 80,73 persen dan 80,28 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan semakin luas, peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keuangan masih perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara aman, optimal, dan bertanggung jawab.

Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, dalam sambutannya menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga maupun pembangunan ekonomi masyarakat.

“Dalam banyak rumah tangga, perempuan berperan sebagai pengelola keuangan keluarga, pengambil keputusan dalam kebutuhan sehari-hari, bahkan menjadi pelaku usaha yang menopang perekonomian keluarga. Oleh karena itu, kemampuan dalam memahami dan mengelola keuangan secara bijak merupakan keterampilan yang sangat penting,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, OJK bersama Bank Indonesia juga memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan, perlindungan konsumen, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus aktivitas keuangan ilegal yang semakin beragam.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali produk dan layanan jasa keuangan yang berizin dan diawasi OJK. Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum menggunakan atau berinvestasi pada suatu produk keuangan.

Selain itu, peserta mendapatkan informasi mengenai berbagai modus pinjaman online ilegal, penyalahgunaan data pribadi, investasi ilegal, hingga risiko judi online yang dapat berdampak buruk terhadap kondisi keuangan dan keharmonisan keluarga.

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi OJK bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan secara masif, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Melalui sinergi antara OJK, Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan perempuan semakin mampu berperan sebagai pengelola keuangan keluarga yang cakap, mengambil keputusan keuangan secara tepat, serta menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya secara ekonomi.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here