OJK Sumut dan Media Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

0
6

Media24jam, Batam – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat sinergi dengan media massa guna mendukung terciptanya ekosistem keuangan yang sehat, transparan, dan inklusif.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, dalam kegiatan Media Gathering yang digelar di Batam, Kamis (30/4).

Dalam kegiatan itu, OJK Sumut memaparkan bahwa sektor jasa keuangan di wilayah Sumatera Utara tetap terjaga stabil dan menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi global.

Di sektor perbankan, tingkat kepercayaan masyarakat terus menguat. Tercatat, aset bank umum tumbuh 4,22 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp367,31 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 4,31 persen yoy menjadi Rp343,67 triliun.

Penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan, khususnya pada kredit investasi yang naik signifikan sebesar 17,31 persen yoy. Kondisi ini mencerminkan fungsi intermediasi perbankan yang tetap berjalan baik dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Sementara di sektor pasar modal, minat investor ritel terus meningkat. Jumlah Single Investor Identification (SID) di Sumatera Utara mencapai 1.036.492. Instrumen reksa dana mendominasi dengan pertumbuhan 65,71 persen yoy, sedangkan nilai transaksi pembelian saham melonjak 103,95 persen yoy pada Februari 2026.

OJK Sumut juga menyoroti perkembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) dan Aset Keuangan Digital (IAKD), termasuk aset kripto, sebagai bagian dari transformasi sektor jasa keuangan nasional.

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), yang memberikan kewenangan kepada OJK dalam mengatur dan mengawasi aset keuangan digital sejak 10 Januari 2025.

Meski menghadirkan peluang inovasi, OJK mengingatkan adanya berbagai risiko seperti volatilitas harga, kejahatan siber, hingga potensi penipuan investasi. Masyarakat diimbau menggunakan platform resmi yang terdaftar, memahami profil risiko, serta meningkatkan literasi keuangan digital.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), selama triwulan I 2026 OJK Sumut bersama para pemangku kepentingan telah melaksanakan 73 kegiatan literasi keuangan dengan total 5.865 peserta.

Program tersebut meliputi sekolah pasar modal, edukasi kepada pelajar, serta berbagai kegiatan lainnya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan sekaligus mendorong inklusi keuangan.

Dalam aspek perlindungan konsumen, OJK mencatat sebanyak 796 pengaduan masyarakat di Sumatera Utara sepanjang Januari hingga Maret 2026. Mayoritas pengaduan berasal dari sektor Industri Keuangan Nonbank (IKNB) sebesar 53,4 persen, terutama terkait perilaku petugas penagihan dan permasalahan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Di sisi lain, dukungan industri jasa keuangan terhadap transisi energi hijau juga meningkat, salah satunya melalui pembiayaan kendaraan listrik. Total pembiayaan electric vehicle (EV) tercatat mencapai Rp217,5 miliar atau sekitar 7,36 persen dari total kredit kendaraan bermotor pada bank pelapor.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap sinergi dengan media semakin kuat dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat terkait perkembangan serta stabilitas sektor jasa keuangan di Sumatera Utara.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here