Paparkan Strategi Entrepreneur Government, Rico Waas Bawa Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri

0
12

MEDAN | Media24jam.com — Pemerintah Kota Medan (Pemko Medan) masuk dalam nominasi penerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pemerintah daerah berprestasi di bidang Entrepreneur Government melalui pembiayaan kreatif (creative finance) Tahun 2026.

Nominasi tersebut terungkap saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memaparkan strategi dan inovasi Pemko Medan dalam rapat penilaian yang digelar secara virtual dari rumah dinas wali kota, Selasa (14/4/2026).

Di hadapan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, Rico Waas menjelaskan berbagai terobosan dalam memperkuat struktur pembiayaan dan kemandirian fiskal daerah.

Salah satu fokus utama adalah optimalisasi pendapatan daerah melalui digitalisasi pajak. Pemko Medan, kata Rico, telah mengembangkan aplikasi Smart Tax Mobile dan Smart Tax Office yang memungkinkan proses pendaftaran, pelaporan, hingga pembayaran pajak dilakukan secara real time. Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui aplikasi Lapor Bapenda secara digital.

“Selain digitalisasi, kami juga menggerakkan peningkatan pendapatan secara langsung melalui layanan seperti pojok PBB, Samsat Keliling, Sipaling, hingga layanan drive thru,” ujar Rico.

Di sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemko Medan saat ini mengelola tiga entitas, yakni PUD Pasar, PUD Pembangunan, dan PUD Rumah Potong Hewan. Ketiganya dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal, termasuk dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Terobosan lain juga dilakukan di sektor kesehatan. Setelah keberhasilan pengelolaan RS Pirngadi, Pemko Medan mengambil langkah strategis dengan menetapkan seluruh puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi puskesmas dalam mengelola anggaran secara mandiri, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal dan inovatif,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Rico juga menyoroti capaian signifikan di sektor investasi. Dari target Rp7,6 triliun pada 2025, realisasi investasi di Kota Medan berhasil menembus Rp14,5 triliun. Capaian tersebut diyakini menjadi motor penggerak ekonomi daerah pada 2026 hingga 2027.

Selain itu, optimalisasi aset daerah terus didorong melalui digitalisasi dan kerja sama dengan pihak ketiga guna meningkatkan nilai tambah. Pemanfaatan program corporate social responsibility (CSR) juga telah diintegrasikan secara digital agar lebih tepat sasaran.

Di sektor pelayanan publik, Pemko Medan terus mengembangkan berbagai aplikasi, mulai dari perizinan, administrasi kependudukan, informasi lowongan kerja, hingga layanan pengaduan masyarakat yang ke depan akan diperkuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Paparan tersebut mendapat respons positif dari tim penilai yang mendalami berbagai inovasi yang dijalankan. Rico Waas menjawab setiap pertanyaan secara komprehensif, didampingi Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, Asisten Administrasi Umum Laksamana Putra, serta jajaran pimpinan perangkat daerah.

Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menjelaskan bahwa proses penilaian ini bertujuan mendorong pemerintah daerah agar lebih inovatif dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal.

“Kota Medan menjadi salah satu nominasi penerima penghargaan untuk wilayah Sumatera. Penilaian dilakukan berdasarkan tujuh indikator utama, meliputi inovasi pajak dan retribusi daerah, pengelolaan BUMD, CSR, pengelolaan barang milik daerah, BLUD, SPBE, SIPD, hingga laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD),” jelasnya.(*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here