Pedagang Nasi Padang di Medan Keluhkan Dampak Mahalnya Harga Bahan Baku Makanan

0
11
Oplus_131072

MEDAN (Media24jam.com) – Kenaikan harga sejumlah bahan baku makanan mulai dirasakan pelaku usaha warung nasi padang di Kota Medan. Kondisi tersebut membuat keuntungan pedagang semakin menipis lantaran harga jual makanan tetap dipertahankan agar pelanggan tidak beralih ke tempat lain.

Hal itu disampaikan Ibu Yanti, pemilik warung nasi padang yang berlokasi di Jalan Menteng Raya Binjai No. 9AB, Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara, saat ditemui pada Rabu (2/9/2026).

Ibu Yanti yang telah menjalankan usaha warung nasi padang selama sekitar 20 tahun mengatakan, kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh bahan baku yang digunakan untuk berjualan, mulai dari ayam, ikan, cabai, bawang, sayuran hingga plastik.

“Naik, semua naik. Ayam, plastik, semua naik,” ujarnya.

Ia menuturkan, kenaikan harga cukup terasa pada sejumlah bahan utama. Harga ayam yang sebelumnya sekitar Rp40 ribu kini mencapai Rp49 ribu. Sementara harga ikan yang sebelumnya sekitar Rp20 ribu kini dapat mencapai Rp35 ribu, tergantung jenis ikan.

Kenaikan juga terjadi pada harga cabai. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp5 ribu, kini harganya dapat mencapai sekitar Rp10 ribu.

Meski harga bahan baku terus meningkat, Ibu Yanti memilih untuk tidak menaikkan harga jual makanan. Menurutnya, kenaikan harga jual berisiko membuat pelanggan beralih ke warung nasi lainnya.

“Harga jualnya tetap. Kita untungnya tipis. Kalau kita naikkan, pelanggannya lari nanti,” katanya.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap keuntungan yang diperoleh setiap harinya. Ibu Yanti mengatakan, sebelum harga bahan baku mengalami kenaikan, keuntungan yang diperoleh dalam sehari dapat mencapai sekitar Rp200 ribu. Namun, kini keuntungan tersebut turun menjadi sekitar Rp100 ribu.

“Memang sebetulnya untungnya tipis sekali. Tapi ya ada lah untungnya. Kalau tidak ada, ya tidak mungkin jualan,” tuturnya.

Untuk mempertahankan usahanya, Ibu Yanti memilih menerima keuntungan yang lebih kecil daripada menaikkan harga makanan. Menurutnya, mempertahankan pelanggan menjadi salah satu hal penting agar usaha warung nasi tetap berjalan.

“Yang penting berputar. Intinya untungnya untuk makan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun keuntungan yang diperoleh saat ini lebih sedikit dibandingkan sebelumnya, usaha warung nasi tersebut masih dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan tersendiri bagi Ibu Yanti dalam menjalankan usaha warung nasi padangnya. Di satu sisi, biaya produksi mengalami peningkatan, sementara di sisi lain harga jual makanan harus tetap dipertahankan agar pelanggan tidak beralih.

Bagi Ibu Yanti, mempertahankan usaha di tengah kenaikan harga bahan baku bukan hanya mengenai besarnya keuntungan, tetapi juga bagaimana usaha tetap berjalan dan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here