Pedagang Roti dan Kue di RS Haji Medan Hadapi Penjualan yang Tak Menentu

0
16

MEDAN (media24jam.com) – Usaha roti dan kue menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanan ringan dengan harga yang terjangkau. Namun, dalam menjalankan usaha tersebut, pedagang juga menghadapi berbagai kendala, mulai dari kenaikan harga bahan baku hingga kondisi tempat berjualan.

Hal tersebut disampaikan Ibu Deni (48), seorang pedagang roti dan kue yang berjualan tepat di seberang RS Haji Medan, saat dijumpai pada Rabu (9/9/2026).

Deni mengatakan, dirinya menjual berbagai macam produk roti dan kue dengan harga yang bervariasi. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp3 ribu, Rp5 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung jenis produk yang dibeli pelanggan.

“Variasi sih, mulai dari Rp35 ribu, Rp5 ribu, Rp3 ribu pun ada,” ujar Deni.

Dari berbagai produk yang dijual, bolen pisang menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati pelanggan. Meski begitu, menurut Deni, produk yang menjadi favorit pembeli tidak selalu sama setiap harinya.

“Kalau di sini best sellernya bolen, bolen itu bolen pisang. Cuma bervariasi sih setiap hari ganti-ganti, peminatnya kan beda-beda setiap hari,” katanya.

Pelanggan yang datang membeli dagangannya juga berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya mahasiswa, pembeli juga berasal dari masyarakat umum serta orang-orang yang berada di sekitar rumah sakit.

“Kalau di sini campurlah, ada mahasiswa, ada orang-orang dari rumah sakit, ada umum,” ungkapnya.

Dalam menjalankan usahanya, Deni juga turut merasakan adanya kenaikan harga bahan baku. Kondisi tersebut membuatnya melakukan penyesuaian terhadap harga beberapa produk yang dijual. Namun, kenaikan harga tidak diberlakukan untuk seluruh produk.

“Ya kemarin sempat dinaikkan beberapa, tapi nggak semua,” ujarnya.

Selain kenaikan harga bahan baku, kondisi tempat berjualan juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi Deni. Ia menyebut, lapaknya yang panas dapat membuat produk lebih cepat mengalami proses pertumbuhan jamur.

“Lapak ini kan panas, kadang kena panas gitu, jadi lebih cepat dia, proses berjamurnya lebih cepat,” katanya.

Kondisi penjualan juga tidak selalu sama setiap harinya. Deni mengatakan, jumlah pembeli dan produk yang terjual dapat berbeda-beda, tergantung kondisi dan minat pelanggan pada hari tersebut.

Menurutnya, hari besar juga tidak selalu menjadi momentum meningkatnya penjualan. Pada kondisi tertentu, penjualan justru lebih sepi karena banyak masyarakat yang memilih untuk libur.

“Beda, setiap hari beda-beda lah. Kalau hari besar malah lebih sepi karena banyak yang libur kan,” ujarnya.

Meski menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan usaha, Deni tetap berharap usaha roti dan kue yang dijalaninya dapat terus berkembang. Ia berharap penjualan ke depannya dapat mengalami peningkatan.

“Lebih meningkat penjualannya,” pungkas Deni. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here