GUNUNGSITOLI (Media24jam.com) – Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Pariwisata bersama tokoh agama, pemuda, masyarakat, dan sejumlah kepala perangkat daerah memperingati 17 Tahun bencana Gempa Bumi mengguncang Pulau Nias.
Peringatan yang diwarnai dengan acara doa bersama itu berlangsung di kawasan monumen Tugu Gempa, Jalan Gomo-Sirao, Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli, Senin (28/3/2022).
Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Drs. Oimonaha Waruwu, mengatakan bahwa bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Nias menjadi sejarah yang tidak dapat dilupakan.
Karena 17 tahun silam, masyarakat Kota Gunungsitoli menjadi saksi ketika gempa bumi berkekuatan 8,7 skala richter mengguncang Pulau Nias. Dimana, 900 orang meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan.
“Tentu bapak ibu masih mengingat peristiwa memilukan itu. Jikapun keluarga dan kerabat diantara bapak ibu ada menjadi koran bencana alam tersebut, saya berharap dapat mengiklaskan mereka”, kata Oimonaha.
Kini setelah 17 tahun berlalu, lanjutnya, gempa bumi masih menjadi ancaman bagi masyarakat Pulau Nias. Namun demikian, sebagai orang beriman tetap menyerahkan diri ke tangan Tuhan Maha Kuasa dengan harapan bencana serupa tidak terulang.
“Masyarakat perlu meningkatkan antisipasi dan antisipatif dalam menghadapi gempa bumi yang mungkin terjadi. Sehingga ketika bencana datang, mampu menolong ataupun mengevakuasi diri sendiri”, kata Oimonaha.
Pantauan wartawan di lokasi, selain berdoa bersama peringatan 17 Tahun Gempa Bumi Pulau Nias di Kota Gunungsitoli juga diwarnai dengan menyalakan lilin, baca puisi, serta bernyanyi untuk mengenang arwah korban bencana. (Yos)




