Penggunaan Bahasa Gaul Dinilai Tidak Geser Bahasa Indonesia yang Baik

0
110

MEDAN | Media24jam.com – Fenomena penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja dinilai tidak serta-merta menggeser peran bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam konteks formal.

Hal tersebut disampaikan Ketua Program Studi Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan (Unimed), Hera Chairunisa, S.Sos., M.Si, menanggapi tren penggunaan bahasa gaul di kalangan generasi muda, Jumat (19/9/2025).

Menurut Hera, bahasa gaul pada dasarnya merupakan hasil modifikasi dari bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Bahasa ini lahir dari pelesetan, adaptasi, dan cepat berubah mengikuti tren.

“Jarang sekali remaja sekarang yang tidak menggunakan bahasa gaul. Namun, yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai bahasa gaul menggantikan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya di ranah formal,” jelasnya.

Hera menambahkan, istilah-istilah populer seperti mager, santuy, bucin, gws, pansos, hingga ngegas telah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, terutama di media sosial dan interaksi informal. Di sisi lain, hal ini menunjukkan kreativitas generasi muda dalam berbahasa.

“Bahasa gaul memberi variasi dalam komunikasi sehari-hari. Tetapi dalam konteks profesional dan akademis, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar tetap sangat penting,” tegasnya.

Sebagai bentuk upaya menjaga bahasa Indonesia, kalangan akademisi, kata Hera, mendorong penguatan literasi bahasa di lingkungan pendidikan. Edukasi tentang pentingnya bahasa formal serta penerapannya dalam kegiatan akademik diyakini dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa agar tidak terjebak dalam penggunaan bahasa gaul berlebihan.

“Kesadaran berbahasa harus terus ditingkatkan, agar generasi muda tetap mencintai dan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar,” pungkas Hera.(tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here