Perayaan Paskah Oikumene, Bupati Tapteng: Bangkit, Kita Pejuang Pemulihan

0
7
Pemkab Tapanuli Tengah menggelar Perayaan Paskah Oikumene Tahun 2026 di GOR Pandan.

Tapanuli Tengah (Media24jam.com) – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar Perayaan Paskah Oikumene Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Pandan, Kamis (23/4/2026).

Perayaan mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” (2 Korintus 5:17) dengan subtema “Tapanuli Tengah bangkit lebih kuat dalam kesederhanaan dan sukacita.”

Kegiatan diawali pawai yang dilepas Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, dari TK Don Bosco Pandan menuju GOR Pandan. Pawai diikuti unsur Forkopimda, tokoh agama, Paskibraka, marching band, serta jemaat.

Sebagai tanda dimulainya perayaan, Bupati juga melepas merpati di pintu gerbang GOR Pandan. Acara dilanjutkan dengan ibadah, hiburan, lucky draw, serta penampilan artis seperti Gok Parasian Malau, Mega Flora Silalahi, dan Nowela Waruwu, serta berbagai paduan suara gereja.

Dalam khotbahnya, Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransikus Tuaman Sasfo Sinaga, mengingatkan bencana banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 yang menimbulkan trauma dan keputusasaan.

“Namun kita harus bangkit. Bencana ini harus mempersatukan kita. Jangan saling menyalahkan, tetapi bergandengan tangan keluar dari kesulitan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah bencana di masa depan.

Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan bahwa Paskah menjadi momentum kebangkitan dari masa sulit.

“Kita berdiri di antara luka dan harapan. Kita pernah mengalami kehilangan dan kesulitan, tetapi hari ini kita harus bangkit,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa sejak awal bencana, Tapteng tidak sendiri. Dukungan datang dari Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah pusat dan daerah, serta berbagai elemen masyarakat lintas agama.

“Bencana adalah urusan kemanusiaan, bukan politik. Semua pihak, termasuk gereja, masjid, vihara, dan elemen masyarakat lainnya, telah bahu-membahu membantu,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik.

“Kita tidak cukup hanya menjadi korban. Kita harus bangkit menjadi pejuang-pejuang pemulihan,” tutupnya.

Ketua Panitia Paskah, Pdt. Julius Zamasi, menyebut Paskah sebagai momen penting yang membawa pembebasan dan penebusan.

Sementara Ketua BKAG Tapteng, Pdt. Frandy Panjaitan, mengapresiasi dukungan pemerintah atas terselenggaranya kegiatan tersebut.(Benny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here