Proyek Rp2,5 Miliar Lebih di STM Hilir Diduga Menyalah – Kadis SDAMBK Deli Serdang Dinilai “Alergi” Dikonfirmasi Wartawan

0
10


DELI SERDANG | Media24jam.com -Proyek Peningkatan Jalan Desa Negara–SP Geriahen, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, dengan anggaran lebih dari Rp2,5 miliar bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026, diduga menyalah dan mulai menuai sorotan warga.

Pasalnya, Proyek yang dikerjakan CV H. Simon dengan nilai anggaran sekitar Rp2,56 miliar itu lantaran kondisi pekerjaan paret secara kasat mata terlihat janggal sehingga dinilai perlu mendapat pemeriksaan teknis dari instansi terkait.

Pantauan di lapangan, bagian dinding paret pada sejumlah titik terlihat memiliki ketebalan yang berbeda. Bagian atas tampak lebih tebal, sedangkan bagian bawah terlihat lebih tipis.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan warga. Apalagi, bentuk bangunan paret di beberapa bagian juga terlihat tidak lurus dan meliuk-liuk mengikuti jalur yang dinilai kurang rapi.

“Kalau dilihat, paretnya meliuk-liuk. Seperti ular dipukul,” ujar seorang warga.

Warga mempertanyakan apakah kondisi tersebut memang sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak atau justru akibat pengerjaan di lapangan yang kurang maksimal.

Sorotan warga semakin menguat karena proyek tersebut menggunakan anggaran publik dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Karena itu, mereka menilai kualitas pekerjaan semestinya menjadi perhatian serius, bukan hanya mengejar penyelesaian fisik proyek.

Saat dikonfirmasi wartawan mengenai kondisi paret tersebut, seorang pria bermarga Tambunan yang mengaku sebagai mandor lapangan memberikan penjelasan.

Pria yang mengaku berdomisili di kawasan Selayang, Medan, tersebut menyebut kondisi bangunan berkaitan dengan proses penggalian paret. Menurutnya, saat penggalian berlangsung terdapat sejumlah warga yang menyampaikan keberatan.

Namun, penjelasan tersebut belum menjawab secara spesifik mengenai pertanyaan terkait ketebalan dinding paret maupun bentuk bangunan yang terlihat meliuk-liuk di sejumlah titik.

Publik tentu berhak mengetahui apakah pekerjaan tersebut telah memenuhi standar konstruksi sebagaimana tertuang dalam kontrak. Sebab, penilaian terhadap kualitas pekerjaan semestinya tidak berhenti pada pengakuan pelaksana, tetapi perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDAMBK) Kabupaten Deli Serdang, H. Suparno, belum memberikan tanggapan. Bahkan, terkesan alergi dikonfirmasi wartawan. Selasa (6/10/2026), Ditelpon tak diangkat, pesan WhatsApp (WA) juga tak kunjung dibalas.

Warga berharap, Dinas SDAMBK Kabupaten Deli Serdang tidak tinggal diam dan segera turun ke lokasi melakukan pemeriksaan. Meminta dinas terkait mengecek ketebalan dinding, kualitas material, dimensi paret, kelurusan konstruksi serta kesesuaiannya dengan gambar dan spesifikasi teknis dalam dokumen pekerjaan.

Jika hasil pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai kontrak maupun spesifikasi teknis, warga meminta agar pihak berwenang tidak ragu memerintahkan perbaikan dan mengambil tindakan sesuai ketentuan.

Pasalnya, proyek tersebut menggunakan uang rakyat. Kualitas pekerjaan seharusnya tidak boleh dikompromikan hanya karena proyek telah berjalan atau dikerjakan oleh pihak tertentu.(*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here