
Hermansyah Nasution, Leading Insight Departemen MVO PT Agincourt Resources (PTAR) mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan pengambilan sampel air di delapan titik. Kegiatan ini melibatkan perwakilan masyarakat dari 15 desa serta satu orang koordinator, bersama Dinas Lingkungan Hidup
Delapan titik pengambilan sampel tersebut meliputi satu titik di Water Polishing Plant (WPP), dua titik pada saluran pembuangan, satu titik di hulu yang berjarak 500 meter sebelum titik pelepasan air, serta empat titik di hilir, pada jarak 500 meter, 1.000 meter, 2.000 meter, dan 3.000 meter setelah titik pelepasan air.

“Tujuan pengambilan sampel ini untuk mengetahui kualitas air serta memastikan bahwa proses pengolahan air yang dilakukan PTAR telah sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Proses pemantauan melibatkan masyarakat dan Dinas Lingkungan Hidup agar pelaksanaannya berlangsung secara transparan,” katanya.
Sambung Herman, selama ini hasil pengujian menunjukkan kualitas air masih berada dalam batas aman dan sesuai dengan baku mutu yang berlaku. Salah satu parameter yang menjadi acuan tingkat keasaman (pH), yang harus berada pada kisaran 6-9 sesuai dengan ketentuan pemerintah.

*Sampel yang diambil dikirim ke laboratorium PT Intertek di Jakarta untuk dianalisis lebih lanjut. Kegiatan pengambilan sampel ini dilakukan secara rutin setiap bulan guna memastikan kualitas air tetap terjaga,” ujarnya.
Pengakuan Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Selatan
Sementara Herman Siregar, selaku Koordinator Sampling Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Selatan mengutarakan, Pengambilan sampel air Sungai Batang Toru merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga kalangan akademisi.
“Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kualitas air sungai setelah adanya aktivitas pertambangan. Secara aturan, tim terpadu ini memang tidak diatur secara khusus. Namun, karena persoalan ini menjadi perhatian masyarakat di tingkat lokal, maka dibentuklah tim terpadu untuk melakukan pengambilan sampel dan pemantauan kualitas air,” katanya..
Tanggapan masyarakat yg ikut serta menyaksikan pengambilan sample air
“Kegiatan pengambilan sampel air sisa proses PTAR ini sangat baik. Kami sebagai perwakilan masyarakat menilai kegiatan ini menjadi salah satu bentuk transparansi perusahaan kepada masyarakat,” kata warga, Sugianto dari Kelurahan Aek Pining.
Melalui kegiatan ini kata Sugianto, masyarakat dapat melihat secara langsung air sisa proses yang benar diawasi, dikelola dengan baik, tidak dibuang cara sembarangan, telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
“Kami ucapkan terima kasih kepada PTAR telah melibatkan warga dalam kegiatan pengambilan sampel air. Dengan cara seperti ini, masyarakat dapat mengetahui langsung proses pengawasan terhadap air sisa proses sehingga kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga,” katanya.
Masih sambung Sugianto, untuk pemanfaatan air sungai, menurutnya dapat digunakan oleh masyarakat, misalnya untuk mengairi lahan pertanian atau sawah. Sementara untuk dikonsumsi, tentu harus melalui proses pengolahan dahulu agar aman digunakan.
“Kami tidak mengalami kendala. Kendala justru sempat terjadi setelah bencana, karena kondisi sungai berubah sehingga titik pengambilan sampel yang telah ditentukan sebelumnya menjadi sulit ditemukan,” tambahnya sembari menyebutkan, saat ini kondisi sudah mulai normal sehingga proses pengambilan sampel menjadi lebih mudah.
“Harapan kami ke PTAR agar perusahaan terus mempertahankan transparansi terkait pengelolaan air sisa proses. Jangan berhenti sampai di sini. Terus melakukan yang terbaik agar masyarakat semakin yakin dan terus mendukung apa yang telah dilakukan PTAR,” pungkasnya.(Bs24)



