MEDAN (media24jam.com) – Ribuan warga yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Peduli Makanan Bergizi Gratis (LMP MBG) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (19/6/2026).
Dalam orasinya, Ketua LMP MBG H. Suratman menegaskan bahwa apabila ditemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program, maka yang harus ditindak adalah pihak yang melakukan pelanggaran, bukan menghentikan program secara keseluruhan.
“Jika ada penyimpangan, jangan program MBG yang ditutup. Yang harus diusut adalah oknum yang melakukan pelanggaran. Kami mendukung program Presiden karena dampak MBG sangat luar biasa bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya di hadapan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution.
Menurutnya, program MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas dan siap bersaing di masa depan.
Sebagai bentuk dukungan Suratman membacakan 5 petisi sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta meminta pemerintah tidak menghentikan program yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Suratman mengatakan bahwa petisi tersebut telah ditandatangani sekitar 2.000 orang. Petisi tersebut berisi harapan agar pemerintah tetap melanjutkan program MBG dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya tanpa menghentikan manfaat yang selama ini dirasakan masyarakat.
Adapun isi petisi yang langsung diserahkan kepada Gubernur Sumut disampaikan dengan penuh tanggung-jawab dan itikad baik .
Pertama, kami mendukung sepenuhnya keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program strategis nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia khususnya generasi muda sebagai aset masa depan Bangsa.
Kedua, Kami mendukung langkah perbaikan tata kelola pengawasan, transfaransi, akuntabilitas serta peningkatan kualitas pelaksanaan program MBG agar semakin tepat sasaran , aman, sehat, berkwalitas dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat
Ketiga, Kami meminta agar evaluasi terhadap berbagai kendala pelaksanaan dilapangan dilakukan secara objektif dan konstruktif dengan mengedepankan semangat perbaikan berkelanjutan tanpa menghentikan program yang telah memberikan manfaat luas kepada masyarakat.
Keempat, Kami mendorong peningkatan keterlibatan masyarakat, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, Organisasi Kemasyarakatan serta Pemerintah Daerah dalam proses pengawasan dan penyempurnaan program MBG.
Kelima, Kami berharap Pemerintah Pusat terus memperkuat kualitas layanan, standar keamanan pangan, sistem distribusi dan mekanisme pengawasan agar program MBG semakin profesional terpercaya dan berkelanjutan.
Demikian perisi ini disampaikan sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap program MBG sekaligus dorongan agar kualitas pelaksanaannya terus diperbaiki dan ditingkatkan.
Gubernur Sumut Bobby Nasution, yang hadir menemui para pengunjuk rasa, menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan secara tertib dan damai. Ia berjanji akan meneruskan 5 petisi tersebut kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Menurut Bobby, program MBG masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dalam mendukung dunia pendidikan dan pemenuhan gizi anak-anak usia sekolah.
“Saat ini masih banyak orang tua yang sedang mencari sekolah terbaik bagi anak-anak mereka, baik untuk jenjang SD, SMP maupun SMA. Salah satu pertimbangan yang mulai diperhatikan adalah sekolah yang memiliki program MBG karena dinilai mampu membantu kebutuhan gizi siswa,” kata Bobby.
Ia menilai keberadaan program tersebut tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik.
Aksi damai berlangsung dengan tertib hingga selesai. Massa berharap aspirasi yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga program MBG tetap berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya anak-anak yang menjadi sasaran utama program tersebut. (*/fas)




