Sadis ! Bocah 7 Tahun Disiksa, Pengasuh Biadab Diciduk Polisi

0
6

​SIDIKALANG | MEDIA 24 JAM.COM-Jerit tangis AP (7) membongkar kekejaman di balik dinding rumah perumahan Kemenkumham, Jalan Gedung Nasional, Sidikalang. Bocah malang ini menjadi korban penyiksaan teramat sadis yang diduga kuat dilakukan oleh pengasuhnya sendiri, seorang wanita berinisial RS.


​Kondisi AP membiru dan bersimbah luka saat dilarikan Dinas Sosial bersama UPT PPA Dairi ke IGD RSUD Sidikalang, Jumat (21/8/2026) pagi.


​Dengan suara bergetar dan tubuh gemetar menahan sakit, AP membeberkan aksi biadab sang pengasuh kepada petugas yang mendampinginya.


​”Kepalaku dibenturkan ke dinding. Aku juga disiram air panas, bibirku dibakar pakai api, terus leherku diikat pakai tali charger,” tutur AP polos meratapi nasibnya.


​Tak berhenti di situ, AP mengaku saban hari dijadikan tempat pelampiasan amarah. “Aku dipukul pakai sapu lidi sampai lemas. Aku juga jarang dikasih makan,” tambah bocah malang tersebut.


​Tim medis RSUD Sidikalang dibuat merinding saat memeriksa tubuh AP. Selain luka melepuh di wajah dan bibir, dokter menemukan luka lecet di sekujur badan, memar parah di area tangan hingga sulit digerakkan, trauma di bagian kepala, hingga luka serius pada area alat kelaminnya.


​Mendapat laporan penganiayaan brutal ini, petugas gabungan langsung bergerak cepat menyergap lokasi kejadian dan menciduk terduga pelaku.


​Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahrial Ramadhan, membenarkan bahwa pengasuh iblis tersebut telah dijebloskan ke sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


​”Ya, RS terduga pelaku sudah diamankan guna dilakukan pemeriksaan mendalam,” tegas AKP Syahrial Ramadhan lewat sambungan telepon.


​Dari informasi yang dihimpun, AP dan adiknya ditelantarkan oleh ibu kandungnya berinisial VA sejak Januari 2026 lalu, lantaran ayah mereka, SP, sedang mendekam di penjara. RS yang dititip mengasuh korban diduga gelap mata dan kalap akibat tekanan ekonomi serta menganggap AP sebagai anak yang nakal.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here