MEDAN (media24jam.com) – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir, dengan tepung menjadi komoditas yang kenaikannya paling signifikan. Kondisi ini dikeluhkan oleh pedagang di Pasar MMTC Medan, Sitorus Jaya, pemilik Toko Bintang yang beralamat di Jalan Williem Iskandar, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, saat ditemui pada Kamis (3/9/2026).
Sitorus mengaku sudah tiga tahun berjualan bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan berbagai jenis tepung. Menurutnya, harga barang dagangannya saat ini bervariasi, sebagian naik, sebagian justru turun.
“Kalau naik itu paling yang naik kayak tepung. Tepung naik. Kalau minyak lagi turun, beras pun lagi turun,” ujarnya.
Ia merinci, harga beras yang biasanya berkisar Rp90.000–Rp100.000 kini turun menjadi Rp82.000–Rp85.000. Minyak goreng juga mengalami penurunan dari Rp25.000 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara harga telur relatif stabil.
Namun kondisi berbeda terjadi pada tepung. Hampir semua jenis tepung mengalami kenaikan harga, mulai dari tepung terigu, tepung maizena, tepung roti, tepung beras, hingga tepung ketan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada tepung ketan, yang harganya melonjak dari Rp11.000 menjadi Rp20.000 per kilogram dalam waktu dua minggu terakhir, terhitung sejak pertengahan Agustus 2026.
Sitorus mengaku belum mengetahui pasti penyebab kenaikan tersebut. “Kadang banyak yang bilang gagal panen. Ada juga yang bilang banyak diekspor. Kami tanya ke sales pun tidak dapat kepastian,” katanya.
Perubahan harga ini, lanjutnya, cukup berpengaruh terhadap jumlah pembeli. Pelanggan yang biasanya belanja setiap hari kini mengurangi pembelian, bahkan beberapa usaha kue kecil terpaksa tutup karena keuntungan yang semakin tipis.
“Tepung ketan ini kan untuk bikin kue. Kalau untungnya dibikin kecil, pembeli nggak ada yang mau beli. Itu kekurangannya. Jadi banyak juga usaha kue yang tutup,” ujarnya.
Terkait strategi penjualan, Sitorus menjelaskan bahwa ia menyesuaikan harga jual sesuai harga beli dari pemasok. Ia tidak menahan harga saat terjadi kenaikan, namun juga tidak menaikkan harga jika harga beli tetap murah. Ia pun mengaku tidak pernah menyetok barang dalam jumlah besar, hanya sesuai kebutuhan standar.
Di akhir wawancara, Sitorus menyampaikan harapannya agar kenaikan harga bahan pokok turut diimbangi dengan peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
“Harapannya kalau memang bahan pokok naik, ya pemasukan masyarakat juga naik, biar seimbang. Jangan sampai pemasukan sedikit tapi pengeluaran banyak, nanti masyarakat bisa stres menghadapi cobaan hidup,” pungkasnya.(Tim)




