Tiga Pelaku Pencurian Brankas di Griya Asri Ayahanda Ditangkap, Salah Satunya Penjaga Malam Komplek

0
208

MEDAN | Media24jam.com – Polsek Medan Baru berhasil mengungkap kasus pencurian brankas berisi emas dan mata uang asing di Perumahan Griya Asri, Jalan Agenda, Ayahanda Medan. Ironisnya, salah satu pelaku utama justru adalah penjaga malam komplek sendiri. Ini memunculkan sorotan tajam terhadap lemahnya sistem keamanan lingkungan yang justru dimanfaatkan oleh oknum dalam.

Ketiga pelaku yang diamankan adalah Sulaiman (41), penjaga malam komplek, bersama dua rekannya, Zul Fadlisyah (28) dan Ali Akbar Pulungan (28), ketiganya warga sekitar lokasi kejadian. Mereka ditangkap setelah Unit Reskrim Polsek Medan Baru melakukan olah TKP atas laporan korban, Annisa Diani Karmila (26), yang kehilangan brankas dari dalam rumahnya saat bepergian keluar kota.

Modus Pelaku: Manfaatkan Pengetahuan dan Akses ke Rumah Korban

Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendrik F. Aritonang SIK MH, memaparkan bahwa Sulaiman memanfaatkan statusnya sebagai penjaga malam untuk mengetahui keberadaan kunci rumah yang disembunyikan korban di bawah pot bunga. Dalih korban adalah agar asisten rumah tangga bisa masuk saat rumah ditinggal. Namun, celah inilah yang dimanfaatkan pelaku.

Sulaiman masuk dari ventilasi, menjarah brankas berisi perhiasan senilai lebih dari Rp 57 juta dan mata uang asing sekitar Rp 25 juta, lalu membuang brankas ke dalam sumur sejauh 500 meter dari rumah korban demi menghilangkan jejak.

Kebobrokan Sistem Keamanan: Penjaga Malah Jadi Pencuri

Keterlibatan penjaga malam sebagai pelaku utama menyoroti minimnya verifikasi dan pengawasan terhadap tenaga keamanan komplek. Masyarakat pun dibuat waswas—alih-alih melindungi, justru pihak yang dipercaya menjaga keamanan lingkungan malah jadi otak pencurian.

“Ini bukan hanya soal pencurian, tapi pengkhianatan kepercayaan. Warga sudah membayar keamanan, tapi malah dijadikan target oleh petugas sendiri,” ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya.

Imbauan Kepolisian: Jangan Simpan Kunci Sembarangan

Kompol Hendrik mengimbau masyarakat agar tidak lagi menyimpan kunci rumah di tempat umum seperti pot bunga, karena berisiko tinggi disalahgunakan oleh orang dalam lingkungan sendiri. Ia juga menekankan pentingnya pemasangan sistem keamanan seperti CCTV dan pengawasan berkala terhadap tenaga penjaga malam.

Kasus ini harus jadi pelajaran keras: keamanan rumah bukan sekadar pagar dan kunci, tapi soal siapa yang diberi akses dan kepercayaan. Terlalu sering pemilik rumah lalai, dan celah inilah yang dimanfaatkan pelaku kriminal. Polisi menegaskan bahwa ketiga pelaku kini dalam proses hukum dan akan dijerat pasal pencurian pemberatan.(Rair).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here