Tingkatkan Literasi Dan Inklusi Keuangan Di Wilayah 3T, OJK Gelar Edukasi Di Kepulauan Nia

0
716

KEPULAUAN NIAS, MEDIA24JAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku industri jasa keuangan menyelenggarakan rangkaian kegiatan literasi dan inklusi keuangan dalam rangka Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025. Kegiatan berlangsung di Pulau Telo, Kabupaten Nias Selatan; Kota Gunungsitoli; dan Kabupaten Nias pada 12–14 Agustus 2025.

Kegiatan ini menyasar pelajar, masyarakat umum, perangkat desa, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan tujuan menanamkan budaya menabung sejak dini, meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan, memperluas akses terhadap produk dan layanan keuangan formal, serta mencegah praktik keuangan ilegal.

Wilayah Nias dan Nias Selatan termasuk daerah yang membutuhkan perhatian khusus dalam percepatan pembangunan ekonomi sekaligus penguatan literasi dan inklusi keuangan. Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, menekankan pentingnya menabung sejak dini sebagai bagian dari kebiasaan bijak dalam mengelola keuangan.

“Melalui kegiatan literasi keuangan ini, OJK berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga mengenal berbagai produk dan layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan. Dengan pengetahuan yang cukup, generasi muda dapat terhindar dari penipuan keuangan dan lebih siap merencanakan masa depan,” ujar Khoirul.

HIM merupakan tindak lanjut Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 yang menetapkan 20 Agustus sebagai momentum nasional untuk mendorong kesadaran menabung dan pengelolaan keuangan yang bijak. Peringatan ini juga mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sebesar 91 persen pada 2025, 93 persen pada 2029, dan 98 persen pada 2045.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan Indonesia tercatat 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Data ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman dan pemanfaatan produk serta layanan keuangan formal.

Selama kegiatan, OJK memberikan edukasi keuangan kepada pelajar terkait pentingnya menabung sejak dini, pengelolaan keuangan pribadi, dan kewaspadaan terhadap bahaya judi online. Bagi masyarakat dan UMKM, materi mencakup pengenalan produk keuangan sesuai kebutuhan, pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan mikro berbasis syariah, serta pencegahan investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan praktik judi online.

Industri jasa keuangan turut menghadirkan narasumber dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara yang memaparkan produk tabungan Simpanan Pelajar (SimPel). Secara simbolis, dilakukan pembukaan 156 rekening SimPel dan 1 Agen Laku Pandai sebagai bentuk nyata peningkatan inklusi keuangan.

Pelaksanaan kegiatan ini didukung aktif oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), pemerintah daerah, perangkat sekolah, serta industri jasa keuangan agar edukasi menjangkau sasaran lebih tepat dan efektif.

OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya di wilayah kepulauan, melalui sinergi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini diharapkan melahirkan generasi muda dan masyarakat yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga bijak dan tangguh dalam mengelola keuangan di era digital.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here