Viral ! 58 Korban Bongkar Dugaan Chat Cabul Mahasiswa USU

0
27

MEDAN | MEDIA 24 JAM.COM-Dugaan kekerasan seksual berbasis daring yang menyeret mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU berinisial CHS terus menjadi perhatian publik. Sedikitnya 58 orang mengaku menjadi korban setelah percakapan diduga berisi ajakan tidak senonoh beredar luas di media sosial.


Kasus itu mencuat usai akun Instagram @chardtogi_ dan @manusiagoblokusu mengunggah tangkapan layar percakapan yang diduga dilakukan CHS. Unggahan tersebut langsung viral dan memicu gelombang kecaman dari mahasiswa yang mendesak pihak kampus menjatuhkan sanksi tegas.


Pemilik akun @chardtogi_, Richard, mengatakan jumlah korban terus bertambah. “Sampai sekarang sudah 58 korban yang menghubungi kami. Semuanya menyertakan bukti percakapan. Kami juga sudah membuat grup WhatsApp agar para korban bisa bersama-sama memperjuangkan keadilan,” ujarnya.


Menurut Richard, seluruh bukti dan laporan telah diteruskan ke BEM USU, Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM USU, serta Himpunan Mahasiswa Akuntansi USU agar segera diproses.


Di tengah derasnya sorotan publik, CHS akhirnya mengunggah video permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya. Dalam video itu, ia mengakui kesalahan, menyampaikan penyesalan, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.


Salah seorang korban, Tulip (nama samaran), mengaku awalnya mengenal pelaku melalui grup WhatsApp Seleksi Mandiri USU.

“Awalnya dia hanya memberi informasi soal pengumuman. Lama-lama dia minta data pribadi, mengajak ketemu, bahkan meminta dipeluk dan dicium,” ungkapnya.


Tulip mengaku teror terus berlanjut melalui WhatsApp hingga dini hari. “Dia sering mengirim ajakan yang tidak senonoh dan menelepon saya sekitar pukul 01.30 WIB.

Saya takut karena dia pernah bilang akan menemui saya saat kuliah dimulai. Saya merasa direndahkan dan hanya dianggap sebagai objek,” katanya.


Pengakuan serupa disampaikan Mawar (nama samaran). “Sejak November lalu dia sering mengirim pesan vulgar dan meminta foto bagian tubuh sensitif. Kalau saya menolak, dia marah. Dia juga panik saat tahu percakapannya sempat saya screenshot,” ujarnya.


Korban lainnya, Anggrek (nama samaran), yang merupakan mahasiswa dari kampus berbeda, juga mengaku mengalami hal serupa. “Dia sengaja memakai fitur pesan sementara supaya chat langsung terhapus. Saya hanya sempat menyimpan beberapa screenshot sebagai bukti,” katanya.


Para korban kini mendesak pihak Universitas Sumatera Utara tidak berhenti pada permintaan maaf pelaku. Mereka meminta kampus menjatuhkan sanksi tegas, mulai dari skorsing hingga drop out (DO) apabila dugaan tersebut terbukti. Para korban menilai kampus harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh mahasiswa dan tidak memberi toleransi terhadap dugaan kekerasan seksual.(*/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here