Terdakwa Pencemaran Nama Baik Menkopolhukam, Akui Keterangan Saksi Polisi

0
468
PN MEDAN, (media24jam.com) –  Muhammad Hanafi (22) terdakwa kasus pencamaran nama baik mantan Menkopolhukam Wiranto yang ditangkap petugas Cybercrime Polda Sumut dari persembunyian
nya, kembali menjalani sidang lanjutan di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (17/1) siang
Pada sidang yang beragendakan kerangan saksi Polisi itu terungkap kalau penangkapan terdakwa memakan waktu agak lama dan terpaksa harus memancingnya menggunakan akun facebook palsu
“Karna alamat di FB terdakwa sering dan sudah berpindah, kami memancingnya menggunakan akun palsu foto cewek, yang menyamar sebagai cleaning service,” ungkap Andiko, saksi polisi pada Majelis Hakim yang di ketuai Erintuah Damanik dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lince, 
Saksi menerangkan, bahwa perbuatan terdakwa dianggap meresahkan masyarakat dengan nada berbau provokasi. “Dalam kasus ini, negara yang dirugikan. Yang menjadi masalah, kata saksi terdakwa menambahkam caption “ini dia dalang kerusuhan papua” dengan foto dibawahnya Wiranto,” kata saksi lagi, yang diamini kedua saksi lainya.
Menyikapi keterangan para saksi, Penasehat Hukum terdakwa meminta izin bertanya”Apakah FB terdakwa masih bisa di buka?,” tanya penasihat hukum terdakwa pada saksi.
“Akun FB terdakwa mungkin di take down sama facebook, karna berbau provokasi dan menjadi laporan banyak orang,” Jawab saksi.
Namun saat dikonfrontir, terdakwa pun mengakui semua keterangan saksi tersebut. “Benar pak apa yang dikatakan saksi,” ucap terdakwa.
Usai mendengarkan keterangan saksi, Ketua majelis hakim, Erintuah Damanik menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda lain
Sebelumnya pada dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lince, disebutkan pada 29 September 2019, terdakwa melalui akun facebook (FB) Muhammad Hanafi, memosting kalimat dari Youtube, terhadap foto Wiranto.
Isi kalimat itu, ‘Terungkap dalangnya Wiranto otak rusuh Papua’. “Lalu terdakwa unggah didinding akun facebook miliknya. Serta dengan caption ‘Hukum mati dia (Wiranto), nembaknya pakai bazoka. Ayo kita saksikan beramai-ramai,” ucapnya.
Lantas, akun FB terdakwa sontak dibanjiri dengan berbagai kalimat kolom komentar. Hingga akhirnya, postingan terdakwa di screenshot dan dilaporkan ke polisi.
“Terdakwa diancam dengan pidana Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana selama 6 tahun,” katanya.(lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here